Peristiwa Editor : Agus Sigit Sabtu, 01 September 2018 / 22:00 WIB

Nobar Film 'Sultan Agung', Mendes PDTT Inspirasikan Semangat Membangun Desa

JAKARTA, KRjogja.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengajak masyarakat meneladani perjuangan, kepahlawanan, dan cinta negara dalam film kisah kepahlawanan Sultan Agung "Tahta, Perjuangan, Cinta". Hal tersebut disampailan Mendes PDTT  Eko Putro Sandjojo dan istri Riri Sandjojo usai nonton bareng (nobar) dengan jajaran kemendes, Sabtu (1/9 2018)

 

Mengenakan pakaian santai, lebih nyentrik dari biasanya, bersama sang istri, mereka berdua kompak mengenakan jeans dan kemeja putih, kembar. "Kita bisa belajar dari sosok Sultan Agung bahwa kemauan baik harus diperjuangkan. Tidak ada yang free. Dalam hidup aspeknya banyak, kegigihan dan leadership itu penting. Sultan juga punya wisdom. Perjuangan kita di Kemendes PDTT yaitu mengentaskan kemiskinan dan kebodohan. Karena harus berjuang ke desa-desa, mudahan lebih terinspirasi setelah menonton film ini," katanya.

Ditambahkan, bangsa yang besar tidak akan melupakan jasa para pahlawannya untuk mewujudkan kemerdekaan. Di alam merdeka ini tidak ada alasan lagi untuk tidak berbuat memajukan bangsa negara. Kita perlu melihat film ini, kita lihat perjuangan Sultan Agung, sisi pribadinya, sisi cintanya. Terima kasih ibu (Mooryati Soedibyo) atas karyanya kita bisa belajar untuk mengisi kemerdekaan ini agar menjadi negara adil makmur sejahtera. Beliau ini (Mooryati Soedibyo) umurnya sudah 91 tahun tapi energinya seperti umur 19 tahun dan beliau masih bisa berkarya menciptakan film sejarah yang bagus ini," pujinya.

Dalam kesempatan sama, penggagas dan produser film Sultan Agung BRA Mooryati Soedibyo, menyatakan terima kasih dan kebahagiaannya yang besar kepada Menteri Eko atas perhatiannya yang besar kepada masyarakat perdesaan. "Ini adalah satu tontonan dan tuntutan untuk masa muda, yang maju dengan pengetahuan melalui digital online. Perjuangan kita belum selesai, kita sudah memperingati kemandirian 17 Agustus. Kesempatan kita banyak, kemajuan harus kita ikuti. Pesan-pesan yang diajarkan pendahulu, kita teruskan dengan cara kemajuan yang sesuai," terangnya.

Film Sultan Agung garapan Hanung Bramantyo ini mengupas perjuangan salah satu tokoh sejarah, juga tokoh kebudayaan. Sultan Agung dari Kerajaan Mataram berani melawan pengusaha VOC saat sebelum penjajahan. Dia juga menyatukan kerajaan yang terpecah belah dari Madura, Surabaya, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat hingga Batavia.

Kisah heroik ditambah sentuhan emosional sedikit romansa memacu adrenalin para penonton dari keluarga besar Kemendes PDTT ini. Di akhir acara, diadakan kuis atas dukungan juga dari BNI yang menambah semarak suasana. (ati)