Wisata Editor : Tomi sudjatmiko Sabtu, 01 September 2018 / 06:39 WIB

Yogyakarta 'Dijual Keindahannya' di Singapura

SINGAPURA, KRJOGJA.com - Indonesia semakin intens mempromosikan pariwisata luar negeri. Kali ini, negara yang dituju adalah Singapura. Eventnya adalah Indonesia Land of Threasures Exhibition. 

Kegiatan ini dilakukan di Terminal 3, Changi Airports, Singapura. Destinasi yang diperkenalkan dalam eksibisi ini adalah Bandung, Belitung, Medan, Labuan Bajo, Lombok, Padang, Surabaya, dan Yogyakarta.

Menurut Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani, format eksibisi tahun ini lebih meriah. “Tahun ini kita mengembangkan konsep atraksi yang lebih besar,” ujar Giri yang juga diamini Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh.

Eksibisi ini juga menyiapkan sejumlah kegiatan. Dan yang paling penting, ramah terhadap anak. "Anak-anak diberikan space besar. Mereka mendapatkan ruang besar untuk bermain. Kita pun menyiapkan permainan tradisional Indonesia,” paparnya.

Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan, dalam kesempatan itu juga dilaunching travel ke sejumlah destinasi pilihan. "Kita mengkampanyekan kunjungan ke 4 destinasi pilihan. Yaitu Belitung, Bandung, Medan, dan Yogyakarta. Untuk destinasi ini, airlines akan memberikan penawaran untuk periode tertentu,” jelasnya.  

Di pameran tersebut Changi Airport Group (CAG) juga berkolaborasi dengan airlines yang menjadi mitranya. Antara lain Garuda Indonesia, Silk Air, Air Asia, dan Jetstar. CAG menyediakan barcode disetiap papan display destinasi yang dapat digunakan untuk pembelian tiket dengan harga discount khusus.

Keberadaan Bandara Changi sendiri sangat strategis bagi Indonesia. Karena menjadi hub connecting penerbangan internasional ke-13 kota di Indonesia. Atau dengan total penerbangan mencapai  521 kali perpekan. Bahkan, rute Singapura – Jakarta menjadi yang tersibuk ketiga di dunia.  

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara. Dari total itu, 1,67 juta diantaranya ditargetkan berasal dari Singapura. (*)