DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 31 Agustus 2018 / 18:47 WIB

Softskill Kunci Menangkan Masa Depan

SLEMAN, KRjogja.com - Paradigma pendidikan mulai mengalami perubahan secara radikal. Saat ini penguasaan ketrampilan (hardskill) hanya dibutuhkan 10 persen saja untuk memasuki dunia kerja, selebihnya (90 persen) adalah softskill. Yakni kemampuan memecahkan masalah yang kompleks, kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi, kamampuan berpikir kritis, kemampuan membuat keputusan strategis dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan.

"Jadi kemampuan yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia di era disrupsi seperti sekarang ini, sudah lebih banyak softskill daripada hardskill," terang Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Muhammad Nur Rizal PhD saat seminar GSM di Joglo Winasis IRE, Ngaglik Sleman, Kamis (30/8/2018). Seminar merupakan kolaborasi GSM, Sekolah Vokasi UGM dan Dinas Pendidikan Kulonprogo diikuti 80 guru dari 40 sekolah dasar di Kulonprogo.

Rizal mencontohkan perusahaan-perusahaan dunia seperti Google, Microsoft sudah tidak lagi membutuhkan ijazah dalam rekruitmen, tapi melihat kemampuan yang dimiliki seseorang serta softskillnya. Selain itu, untuk dapat promosi (naik jabatan) dalam perusahaan, penilaiannya dilihat dari softskill terutama leadership dan motivasinya. "Hardskill atau ijazah mungkin masih dibutuhkan ya, tapi itu sangat kecil hanya 10 persen saja, selebihnya dilihat kemampuan softskillnya," katanya.

Menurut Rizal, dengan adanya perubahan paradigma dalam pendidikan yang sangat radikal ini, maka sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia tidak bisa lagi didominasi hanya melalui standarisasi ujian dan pemberian materi pelajaran saja. Sekolah harus menyiapkan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk mampu menemukan sendiri hasrat atau keminatannya sehingga akan gigih mencapai keminatan tersebut. "Paradigma berpikir guru juga harus berubah menjadi pemimpin perubahan di lingkungan sekolah yang menginspirasi, memotivasi sekaligus memfasilitasi siswa," katanya. (Dev)