Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 30 Agustus 2018 / 15:40 WIB

Stok Pengecer Kosong, Gas Melon Langka Lagi di Sukoharjo

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Gas 3 kilogram sulit didapat warga sejak lebih dari dua minggu. Akibatnya membuat warga resah karena selain sulit didapat juga berpengaruh pada kenaikan harga. Sekarang elpiji dibeli warga dengan harga Rp 22 ribu - Rp 23 ribu pertabung dari sebelumnya dibawah Rp 20 ribu pertabung.

Warga Gumpang, Kecamatan Kartasura Wahyu, Kamis (30/8/2018) mengatakan, gas 3 kilogram sulit didapat beberapa hari sebelum Idul Adha. Sampai sekarang elpiji juga masih tetap sulit karena stok di warung atau pengecer kosong. Untuk mendapatkan barang warga harus berburu dengan berkeliling ke banyak warung bahkan sampai ke luar wilayah. Meski sudah dilakukan namun tidak jarang banyak warga tetap saja tidak bisa membawa pulang gas 3 kilogram.

Sulitnya mendapatkan gas 3 kilogram membuat aktifitas rumah tangga seperti memasak mengalami kendala. Elpiji yang ada terpaksa dihemat agar tidak cepat habis. 

"Gas 3 kilogram langka saya sudah pakai alternatif bright gas 5,5 kilogram itupun juga sulit didapat karena tidak semua warung menyediakan barang. Terpaksa harus beli sampai ke luar desa terdekat," ujarnya.

Warga berharap pihak terkait segera memberikan solusi dengan penyediaan gas baik dalam kemasan 3 kilogram maupun 5,5 kilogram ditingkat pengecer. Sebab kesulitan mendapatkan barang sudah lama terjadi.

"Katanya disuruh beralih ke non subsidi 5,5 kilogram tapi kenyataanya barang tetap saja sulit didapat," lanjutnya.

Warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura Wiyadi mengatakan, gas 3 kilogram sangat sulit didapat sejak hampir satu bulan. Saat beli di warung sering didapati kondisinya stok elpiji kosong. 

"Katanya penjual di warung kiriman gas 3 kilogram dikurangi banyak dan membuat stok banyak yang kosong. Sebab antara permintaan dan pasokan tidak seimbang," ujarnya.

Kelangkaan gas 3 kilogram membuat harga di wilayah Kartasura mengalami kenaikan sekitar Rp 22 ribu - Rp 23 ribu pertabung. Harga tersebut naik dibandingkan sebelum terjadi kelangkaan dibawah Rp 20 ribu pertabung.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Hiswana Migas dan para agen untuk melakukan langkah penyediaan elpiji baik dalam kemasan 3 kilogram maupun 5,5 kilogram. Barang sudah disuplai ke dari agen ke pangkalan dan diteruskan ke pengecer dengan jumlah mencukupi. Ketersediaan barang diharapkan bisa mencegah gejolak pasar dan kenaikan harga.

"Dibeberapa wilayah kami sempat dapat laporan ada kelangkaan gas 3 kilogram dan sudah kami koordinasikan dengan Hiswana Migas dan para agen," ujarnya.

Untuk menjamin ketersediaan gas 3 kilogram maka Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo untuk aktif melakukan pemantauan dengan pengecekan lapangan. Apabila kelangkaan elpiji di masyarakat belum teratasi maka segera dilakukan pengiriman barang dalam jumlah banyak.

"Apabila diperlukan maka bisa diambil langkah penambahan pasokan ke wilayah yang terjadi kelangkaan semisal di Gumpang, Kartasura," lanjutnya. (Mam)