DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 29 Agustus 2018 / 17:44 WIB

Jokowi Jawab Stuntman : Kalau Presiden Suruh Begitu, Gila Aja Bro

SLEMAN, KRJOGJA.com - Presiden Joko Widodo menjawab santai polemik stuntman pembukaan Asian Games 2018 yang ramai diperbincangkan di jagat media sosial beberapa waktu terakhir. Presiden pun mengakui terang-terangan bahwa orang yang beradegan berkendara sepeda motor dengan aksi front wheelie dan jumping melompati truk merupakan seorang stuntman profesional.

“Kalau presiden disuruh begituan, gila aja bro,” ungkap Jokowi saat berpidato di hadapan 2000-an peserta Kongres Nasional (Mahasabha) XI Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) di The Rich Hotel Yogyakarta Rabu (29/8/2018).

Baca juga :

Gempa 5,8 SR Landa Gunungkidul, Getaran Terasa Hingga Trenggalek

Buka Mahasabha KMHDI, Jokowi Ceritakan Pengalaman Main Pingpong Virtual

Dengan nada santai, presiden pun menyayangkan masih saja ada pihak yang berupaya mempermasalahkan tontonan hiburan di pembukaan Asian Games 2018 dan menggiringnya ke ranah politik. “Saya heran, kok ya begitu saja dimasalahkan. Orang politik itu kadang-kadang, aduh-aduh. Ini kan tontonan dan hiburan,” ungkap Jokowi dengan latar film pendek karya Wishnutama yang diputar di dua monitor besar.

Di hadapan para mahasiswa, Jokowi mengakui sebenarnya telah cukup lama dihubungi kreator Wishnutama dan Erick Tohir untuk ikut ambil bagian dalam pembukaan pesta olahraga terakbar Asia ini. Lantaran dikerjakan oleh orang-orang yang profesional dan berpengalaman di dunia hiburan, maka tanpa lama berpikir Jokowi langsung mengiyakan permintaan tersebut.

“Satu setengah tahun lalu saya didatangi Wisnutama dan Erick Tohir diminta ikut ambil bagian dalam pembukaan Asian Games. Ada tiga pilihan mereka bilang mau yang biasa, cukup menantang atau ekstrim. Saya langsung bilang pilih yang ekstrim, ya jadilah seperti kemarin yang menurut saya sangat luar biasa,” imbuh Jokowi.

Di event Asian Games 2018, presiden pun kembali mengungkap bahwa 99 persen yang berpartisipasi adalah anak-anak muda dengan gagasan dan tindakan riil. Mereka bersedia menyingkirkan perbedaan untuk bersama-sama membuat hal positif demi bangsa dan negara.

“Kita ini ditakdirkan berbeda-beda tapi itu adalah sebuah potensi. Kita hidup di 17 ribu pulau Indonesia ya berbeda, warna-warni. Ini yang sering kita lupakan hanya karena pemilihan baik bupati hingga presiden lalu melupakan persatuan, persaudaraan dan kerukunan kita. Saya ajak semua anak muda yakin potensi ini kekuatan kita menuju Indonesia emas 2045,” pungkasnya. (Fxh)