DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 27 Agustus 2018 / 10:52 WIB

Pariwisata DIY Tingkatkan Kontribusi Sektor Lain

YOGYA, KRJOGJA.com - Pariwisata di DIY memiliki potensi besar untuk dikembangkan seiring dengan multiplier effect yang dihasilkan terhadap lapangan usaha lainnya. Untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata yang optimal, BI turut berperan dalam mengembangkan potensi pariwisata daerah serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi bottleneck permasalahan dalam penguatan sektor pariwisata maupun sektor pendukungnya.

“Secara tidak langsung, kontribusi total sektor pariwisata di DIY mampu meningkatkan kontribusi sektor-sektor yang lain hingga mencapai 55 persen dari total PDRB atau mencapai Rp 36,355 triliun dan berimplikasi secara langsung terhadap sektor hotel dan restoran sebesar 10,3 persen atau mencapai Rp 6,8 triliun,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Budi Hanoto.

Disampaikan pula perlunya pengembangan sektor pariwisata didukung proyeksi World Tourism Organization (UNWTO) yang memprediksi tingginya volume kunjungan hingga 700 juta wisatawan mancanegara ke negara-negara Asia Pasifik pada 2030. Untuk itu, Pemerintah berupaya menangkap peluang melalui pencanangan visi pariwisata pada 2020 yang menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara dengan masukan devisa Rp 275 triliun.

“Potensi pariwisata DIY sebagai motor penggerak perekonomian daerah terus didorong, di antaranya melalui penetapan lima wilayah di DIY sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Target kunjungan jumlah wisatawan mancanegara di DIY sebanyak 800.000 orang pada 2019. Keberadaan bandara baru di DIY diharapkan mendongkrak angka kunjungan wisman agar dapat mencapai target yang ditentukan sekaligus mengatasi permasalahan ketimpangan pengeluaran wisatawan antarwilayah,” papar Budi. (Ira)