DIY Editor : Agus Sigit Sabtu, 25 Agustus 2018 / 19:36 WIB

Pengalaman Cast Film Sultan Agung Saat ‘Sowan’ ke Makam Imogiri

SLEMAN, KRJOGJA.com - Sultan Agung: Tahta, Pejuangan dan Cinta yang baru saja diputar di bioskop tanah air seolah menjadi oase cerita sejarah kolosal Pulau Jawa yang sudah cukup lama dilupakan penggarap film. Tak heran, film yang diinisiasi mendalam oleh Mooryati Soedibyo ini mampu menyita perhatian publik terlepas dari sang sutradara  Hanung Bramantyo yang memang dikenal luas atas karyanya.

Film berdurasi 2,5 jam mengisahkan perjalanan hidup Sultan Agung Hanyokrokusumo sedari muda dengan nama Raden Mas Rangsang. Kisah cinta dengan Lembayung yang mungkin tak banyak diceritakan hingga keberanian menggempur VOC di Batavia mencoba digambarkan Hanung Bramantyo di film bergenre kolosal ini.

Para pemeran seperti Ario Bayu, Marthino Lio (Sultan Agung & Raden Mas Rangsang), hingga Ardinia Wirasti (Lembayung dewasa) menjiwai secara mendalam tokoh-tokoh yang diperankan meski harus susah payah mencari tahu karakter sang tokoh. Namun, ada banyak pengalaman berharga hingga akhirnya film tersebut resmi dikeluarkan untuk publik.

Dibalik hal-hal menarik yang dialami para pemain, ternyata ada hal menarik yang harus dilewati mereka saat hendak memulai proses syuting. Marthino Lio yang lantas menceritakan pada wartawan ketika berbincang di Jogja City Mall (JCM) Sabtu (25/8/2018).

“Kami semua sowan dulu, nyekar ke makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, harus pakai pakaian Jawa dan saat itu ada Bu Mooryati dan Mas Hanung juga. Dalam hati ya saya permisi juga, karena mau memerankan tokoh beliau saat masih muda,” ungkap Marthino.

Pengalaman tersebut menjadi spesial bagi Marthino yang mengakui baru kali pertama memerankan sosok luar biasa seperti Raden Mas Rangsang. “Ya menarik sekali ada semacam ritualnya dulu, kami lebih punya tanggung jawab untuk memerankan tokohnya,” sambunya.

Senada dengan Marthino, Adinia Wirasti yang berperan sebagai Lembayung (kekasih Raden Mas Rangsang) dewasa mengakui ada keterikatan mendalam antara dia dengan tokoh-tokoh yang ada dalam film. Adinia yang mencoba mencari banyak referensi tentang tokoh-tokoh Mataram pada masa Sultan Agung akhirnya merasa lebih dekat hingga mampu total memainkan peran dalam cerita.

“Kalau orang bilang tak kenal maka tak sayang, itu betul. Saya sebelumnya tidak tahu siapa itu Lembayung atau Raden Mas Kelono, tapi kemudian bisa jauh lebih dekat karena akhirnya mau membaca dan mencari tahu. Saya kira anak-anak muda sekarang juga wajib nonton deh,” ungkap pemeran Karmen dalam AADC ini. (Fxh)