Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 22 Agustus 2018 / 19:41 WIB

Sulitkan Pemadaman, Lokasi Kebakaran Lawu Tertutup Kabut

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu ditutup akibat kebakaran di areal hutan sekitar pos 4-5. Cuaca kering dan berkabut menyulitkan relawan dan petugas Perhutani memantau pergerakan titik api. 

"Sampai sekarang, jalur pendakian belum dibuka. Sejak Minggu (19/8/2018) malam sudah ditutup karena kebakaran. Saat itu masuknya wilayah Jawa Timur. Pada Senin kemarin, saya jaga di pos karena masih ada tiga rombongan pendaki akan turun. Itu rombongan terakhir. Untuk sementara  tidak boleh ada yang naik lagi karena situasi belum memungkinkan," kata Sukarelawan Candi Ceto (Reco), Anggoro kepada KRJOGJA.com saat dihubungi, Rabu (22/8/2018) petang.  

Berdasarkan informasi yang diperoleh, asap terlihat mengepul di wilayah petak 63 A Lawu Utara, Jawa Tengah. Wilayah hutan tersebut berupa sabana. Kejadian ini berjeda belum sampai sepekan setelah terakhir kali penutupan jalur pendakian akibat peristiwa serupa di hutan Lawu yang masuk wilayah Jawa Timur. Saat itu seribu lebih pendaki diminta mengurungkan niatnya menggelar upacara bendera menyambut HUT ke-73 di Hargo Dumilah. Adapun penutupannya kali ini di jalur pendakian resmi di Jawa Tengah via Candi Ceto, Desa Gumeng, Jenawi dan Cemoro Kandang, Tawangmangu serta di Jawa Timur via Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan. 

Eko Supardi, Sukarelawan Candi Ceto lainnya mengatakan sulit memastikan lokasi titik api maupun pergerakannya. Sebab, kabut tebal pada musim kemarau seperti sekarang, menghalangi pandangan mata. Eko bersama rekan-rekannya menengarai titik api berada di atas Ondorante di ketinggian 2.500 mdpl atau antara pos 4 dan 5 jalur pendakian. 

"Terakhir kali Reco naik Selasa kemarin, (titik api) masuk Ondorante. Kami belum berani masuk lebih jauh karena kabut," katanya. 

Pada cuaca berkabut, lanjutnya, biasanya diikuti angin kencang. Dalam kondisi tersebut, api lebih mudah merembet dan tanpa bisa dideteksi. Ia khawatir pengecekan secara manual di kondisi itu malah mencelakai sukarelawan. 

"Misalnya saja, jarang titik api dengan kita masih jauh. Sekitar 20 meter. Dengan angin berembus kencang dan tertutup kabut. Kita bisa terjebak. Api merembetnya sangat cepat. Baru jam 10 pagi saja kabutnya sudah tebal," katanya. 

Ia belum bisa memastikan kapan akan mengecek lokasi. Selain menunggu cuaca cerah, juga kesiapan petugas Perhutani dan sukarelawan.     

Sementara itu Asper Perhutani KPH Surakarta, Edi Saryono membenarkan muncul titik api antara pos 4-5 jalur pendakian Gunung Lawu. Namun, ia belum memastikan masuk wilayah Jawa Tengah atau Jawa Timur. Edi tak menampik kabut  menjadi faktor penghalang petugas menuju lokasi. 

"Kami tidak berani selama kabut masih tebal. Kebakaran yang kemarin (pekan lalu) itu masuknya Jawa Timur," katanya. 

Mengenai penyebab kebakaran juga belum bisa dipastikan. Edi berharap lokasi kebakaran berada di lembah yang tidak banyak ditumbuhi pepohonan. 

"Kalau area itu hanya rumput kering, bisa padam dengan sendirinya. Takutnya itu merembet ke pepohonan," katanya. (Lim)