Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Rabu, 22 Agustus 2018 / 07:30 WIB

Begini Cara Tepat Kemas Daging Kurban Rekomendasi Ahli UGM

SLEMAN, KRJOGJA.com - Idul Adha disemangati umat Muslim untuk berkurban bagi sesama dalam bentuk sapi atau kambing. Namun, selama ini masyarakat masih terjebak menggunakan kantong plastik terbuka (kresek) untuk mengemas daging kurban yang ternyata rentan terkontaminasi bakteri. 

Baca Juga: Tips Sehat Santap Daging Kurban

Pakar food packaging Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Dr. Ir. Endy Triyannanto, S.Pt.,M.Eng, IPM mengatakan sebaiknya masyarakat memilih plastik berperekat yang jauh lebih praktis dan aman. Tak hanya sisi keamanan daging, penggunaan plastik berperekat menurut dia juga membuat kemasan daging lebih menarik pun dengan adanya pelabelan. 

“Kantong plastik berperekat merupakan pilihan yang aman, praktis, terjangkau, dan terlihat lebih menarik. Dengan perekat, daging dapat terhindar dari kontak langsung dengan sinar matahari, debu dan resiko tumpah saat didistribusikan. Plastik PA/PE dan mesin sealer juga mudah didapatkan di pasaran,” ungkap Endy Selasa (21/8/2018). 

Terkait pelabelan, hal tersebut agar kemasan daging memberikan informasi detail pada penerima baik nama masjid penyalur daging kurban, jenis daging, berat daging, dan saran penyimpanan. “Informasi ini akan sangat membantu masyarakat, meningkatkan fungsi kemasan, serta membantu memberikan informasi produk dalam kemasan” ujar dosen lulusan Gangneung-Wonju National University ini. 

Baca Juga: Fakta! Penderita Hipertensi Ternyata Boleh Makan Daging Kambing
 
Perlu diketahui angka dalam plastik memiliki makna tersebdiri yakni 1 (PET) berarti Polyethylene Terephthalate, angka 2 (HDPE) berarti High-density Polyethylene, angka 3 (PVC) berarti Polyvinyl Chloride, angka 4 (LDPE) berarti Low Density Polyethylene, angka 5 (PP) berartiPolypropylene, angka 6 (PS) berarti Polystyrene, dan angka 7 (Other) berarti plastik kombinasi atau dari bahan plastik lain. (Fxh)