Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 21 Agustus 2018 / 10:22 WIB

Imbas Gempa Lombok, Mandor Bangunan Perlu Kursus

DUKA mendalam seolah terus dirasakan masyarakat Lombok Nusa Tenggara Barat. Selain goncangan gempa yang terjadi terus-menerus, masyarakat juga tidak bisa memperbaiki tempat tinggalnya.

Diungkapkan pakar Rekayasa Kegempaan Jurusan Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof Ir Sarwidi MSCE PhD, ancaman kerusakan rumah karena gempa ada di seluruh wilayah Indonesia."Sebagian besar rumah di Indonesia secara teknis tidak memenuhi standar tahan gempa terutama di daerah pelosok," ungkapnya, Senin (20/08).

Menurut Sarwidi, pembangunan rumah berstandar tahan gempa sebenarnya bisa dipercepat asal ada kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Bentuk kerjasama itu seperti memberi kursus dan pendampingan bagi mandor bangunan.

"Sosialisasi bagi mandor terutama yang tinggal di pedesaan harus diefektifkan karena banyak dari mereka berasal dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah," jelas Koordinator Tim Monev Bencana Gempa Lombok Pengarah BNPB RI itu.

Sarwidi menjelaskan, pemilik proyek juga harus mendukung bahwa keamanan bangunan adalah hal mutlak."Tidak hanya mengawasi proyek saja, tetapi semua mandor harus mengerti bangunan yang kuat dan tahan gempa itu seperti apa," jelas Sarwidi. (*-34)