DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 20 Agustus 2018 / 22:10 WIB

Hewan Kurban dari Presiden Dibagikan, Beratnya Sampai 900 Kilogram

YOGYA, KRJOGJA.com - Sebanyak delapan ekor sapi bantuan dari Presiden Joko Widodo dan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X diserahkan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X kepada perwakilan masing-masing penerima bantuan di Halaman Bangsal Kepatihan, Senin (20/8/2018). Satu ekor sapi berjenis Jawa seberat 900 Kilogram seharga Rp 70 juta bantuan Presiden Jokowi diserahkan kepada masyarakat Padukuhan Ngetal Margoagung Sayegan Sleman. Sementara delapan ekor sapi bantuan Gubernur DIY dibagikan kepada Pemkab Kabupaten/Kota se-DIY, Masjid Gedhe Kauman dan Masjid Besar Pakualaman. 

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sleman Iriansya mengatakan bantuan hewan kurban dari Presiden diserahkan kepada Kabupaten Sleman karena tahun ini merupakan giliran Sleman untuk menerima bantuan hewan kurban dari presiden. Pemilihan desa penyaluran bantuan sapi kurban dari Presiden Jokowi tersebut hasil seleksi karena desa tersebut masih banyak warga yang kategorinya miskin. Sedangkan bantuan hewan kurban sapi sebesar 400 Kilogram dan seharga Rp 25 juta dari Gubernur DIY diserahkan di Desa Sumberarum Moyudan karena di daerah tersebut banyak mualaf. 

"Mudah-mudahan dengan bantuan hewan kurban ini baik dari Presiden dan Gubernur DIY,  masyarakat kami bisa menikmati di hari Idul Adha.Bantuan hewan kurban tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada masyarakat yang mengajukan permohonan dan diseleksi," ujarnya mewakili Bupati Sleman.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) DIY Sasongko menjelaskan jumlah sapi yang dipotong untuk kurban tahun ini sekitar 19.000 hingga 20.000 ekor yang mengalami kenaikan dari tahun lalu yang hanya mencapai 18.000 ekor. Sedangkan jumlah hewan kurban kambing dan domba di DIY masing-masing 22.000 ekor dan 28.000 ekor. 

"Kenaikan hewan kurban sapi kali ini dikarenakan kasadaran masyarakat untuk kurban semakin meningkat. Kemudian ekonomi masyarakat DIY yang cukup bagus sehingga berpengaruh terhadap peningkatan hewan kurban," katanya. 

Sasongko menambahkan pihaknya bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan UGM siap menerjunkan 375 mahasiswa dan dosen yang disebar ke seluruh kabupaten/kota se DIY untuk mengawal pemotongan hewan kurban. Dari hasil pemeriksaaan dan pantauan awal di lapangan, pihaknya belum ada laporan sapi sakit sampai saat ini. (Ira)