DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 20 Agustus 2018 / 18:30 WIB

Pers Diingatkan Urai 'Kekumuhan' Publik

YOGYA, KRJOGJA.com - Belakangan, banjir informasi yang kadang tak jelas kegunaannya di ruang publik seperti sosial media menimbulkan terciptanya “kekumuhan” publik. Karena itulah lembaga pers harus mampu berperan menghilangkan kekumuhan tersebut dengan informasi menarik yang mampu menjadi pemecah permasalahan yang ada di masyarakat. 

Setidaknya itulah yang disampaikan pengamat sosial UGM Arie Sujito dalam dialog bersama insan media di Cavinton Hotel, Senin (20/8/2018). Arie menangkap dewasa ini informasi yang sering kali tak bermanfaat untuk masyarakat malah diberitakan secara berlebihan dengan alasan mendapat perhatian masyarakat. 

“Seharusnya pers punya tanggung jawab menghilangkan kekumuhan yang terjadi di publik, bukan malah ikut di dalamnya. Ini sulit memang, namun harus tetap diupayakan karena kekuatan cerdas pers harus bisa menggerakkan emansipasi sosial,” ungkap Arie. 

Arie mencontohkan, kasus kopi racun yang bahkan dibahas setiap hari hingga berbulan-bulan di salah satu stasiun televisi padahal banyak peristiwa lain yang sebenarnya masyarakat harus tahu, lebih punya manfaat. “Tapi yang dibahas berhari-hari malah kasus itu. Inilah mengapa pers seharusnya mengurai kekumuhan bukan ikut di dalamnya, hingga seolah jadi realitas sosial,” sambungnya. 

Sementara anggota Dewan Pers Nezar Patria menambahkan tahun 2019 mendatang arus informasi di dunia maya khususnya akan semakin bertambah besar karena adanya Palapa Ring yang menghubungkan 90 persen Archipelago Nusantara dari Sabang hingga Merauke dan Miangas ke Pulau Rote. Hal tersebut menjadikan peran pers menjadi lebih penting meski dituntut untuk mengembangkan diri mengikuti perkembangan teknologi. 

“Ini sulit kita tolak karena teknologi saat ini dan kedepan mengubah cara orang mengakses informasi. Peran pers di sini menyajikan berita-berita yang independen namun membawa masyarakat ke arah lebih baik. Salah satunya ya insan pers harus bersertifikat dan lolos uji kompetensi, ini penting sekali agar publik mendapatkan informasi dari orang-orang yang kredibel,” terangnya. (Fxh)