Jateng Editor : Danar Widiyanto Jumat, 17 Agustus 2018 / 13:31 WIB

Unik, Warga Cinderejo Upacara HUT RI di Kali Anyar

SOLO, KRJOGJA.com - Warga Cinderejo memilih perairan Kali Anyar sebagai ajang melangsungkan upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ratusan warga yang masing-masing membawa bendera merah putih aneka ukuran, membentuk formasi bebas, hingga kerumunan ini lebih mengesankan sebuah pesta bendera. Namun prosesi upacara tetap dilakukan secara standar, seperti pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, mengheningkan cipta, amanat inspektur upacara, dan sebagainya.

Baca Juga: Skuad Timnas U-19 Ikuti Lomba 17-an, Ini yang Terjadi

Peserta upacara memang tak diwajibkan membentuk formasi barisan sebagaimana upacara bendera pada umumnya, jelas Daryono, salah satu panitia, menjawab wartawan, usai upacara, Jumat (17/8/2018), tetapi tata cara upacara bendera tetap dilangsungkan sesuai aturan. Sedangkan perairan Kali Anyar sebagai pilihan melangsungkan upacara, terkait keterbatasan ruang di kampung Cinderejo yang sangat terbatas, selain pula memberi warna lain dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Upacara bendera di perairan Kali Anyar, tambah Daryanto, pertama kali memang digelar tahun 2015 silam, dan dalam perkembangan selama tiga tahun terakhir, ternyata memperoleh sambutan hanyat masyarakat. Keterlibatan masyarakat, baik kalangan anak-anak hingga lanjut usia, cenderung menaik yang diindikasikan jumlah peserta yang selalu bertambah dari tahun ke tahun. "Satu hal terpenting, upacara ini dimanfaatkan untuk menanamkan rasa nasionalisme kepada warga," ujarnya.

Baca Juga: Jatuh Bangun, Pengayuh Becak Ikuti Lomba Ketangkasan

Di tempat lain, komunitas Terminal Bus Tirtonadi Solo, juga menggelar upacara memperingati HUt ke-73 Kemerdekaan RI di atas gedung terminal tipe A itu, dengan melibatkan warga sekitar. Bahkan sejumlah penumpang bus, menyempatkan diri ikut berpartisipasi dalam upacara, sebelum melanjutkan perjalanan ke kota tujuan masing-masing. "Semula upacara akan digelar secara formal sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, namun dalam beberapa hari terakhir banyak warga di sekitar terminal, ingin bergabung dengan dalih selepas dari sekolah tak pernah lagi mengikuti upacara bendera," ujar Koordinator Terminal Bus Tirtonadi, Joko Sutriyanto.

Baca Juga: Remisi Rutan Purworejo, 7 Napi Anak Langsung Bebas

Tampaknya ada semacam kerinduan warga untuk ikut upacara bendera, tambahnya, sehingga pihaknya meladeni dengan memberikan kebebasan seluas-luasnya, termasuk busana yang dikenakan. Warga yang mengikuti upacara tersebut, diantaranya kalangan ibu rumah tangga, buruh angkat barang, cleaning service, pedagang, dan sebagainya. Dalam kaitan menghormati antusiasme warga itu pula, upacara digelar cukuip istimewa, diantaranya bendera yang dikibarkan berukuran raksasa, selain tempat upacara di atas gedung Terminat Tirtonadi.(Hut)