Jateng Editor : Ivan Aditya Selasa, 14 Agustus 2018 / 16:07 WIB

Intensitas Jemput Bola Perekaman Data Ditingkatkan

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Menghadapi Pilpres (pemilihan presiden) 2019, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukpil) Kebumen sejak Juli 2018 meningkatkan intensitas perekaman data bagi para wajib KTP (kartu tanda penduduk) yang belum pernah melakukan perekaman.

"Untuk para jompo dan penyandang cacat yang tak mampu datang ke kantor kami atau ke kantor kecamatan, proses perekaman dilakukan di rumahnya. Sedangkan pemilih pemula perekamannya di sekolah masing-masing," ujar Kabid Kependudukan Disdukpil Kebumen, Hj Ulfah Muswardhani MM di ruang kerjanya, Selasa (14/08/2018).

Peningkatan intensitas jemput bola perekaman data tersebut dilakukan guna mengejar jadwal penyusunan DPT (Daftar Pemilih Tetap) Pilpres 2019 yang akan dipublikasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Januari 2019. Untuk itu, Disdukpil Kebumen melakukan penelisikan data nama dan alamat para wajib KTP yang belum pernah perekaman data.

"Bekerjasama dengan kantor kecamatan dan desa masing-masing, mereka kami undang untuk merekam data di kantor desa setempat pada jadwal yang sudah kami tentukan. Sedangkan siswa sekolah yang sudah menjadi pemilih pemula pada Pilpres 2019 kami datangi di sekolah mereka," jelas Ulfah.

Sampai akhir Juli 2018 jumlah wajib KTP di Kebumen yang belum merekam data ada 70.003 orang, terdiri dari 37.942 laki-laki dan 32.061 perempuan. Jumlah warga yang belum melakukan perekaman tersebut mencapai 6,74 % dari 1.038.027 wajib KTP di Kebumen. Sedangkan jumlah penduduk Kabupaten Kebumen hingga Juli 2018 mencapai 1.364.905 jiwa, terdiri dari 696.103 laki-laki dan 668.802 perempuan.

"Setelah kami teliti, ada tiga kategori penyebab warga belum melakukan perekaman data, yaitu karena merantau. Ada pula yang memang apatis tak mau datang ke lokasi perekaman meskipun sudah diundang. Juga, ada warga yang secara fisik tak mampu datang ke lokasi perekaman karena lanjut usia ataupun cacat fisik," papar Ulfah. (Dwi)