DIY Editor : Agung Purwandono Kamis, 09 Agustus 2018 / 09:29 WIB

Ksatria JNE dan Inem Jogja Reresik Malioboro

YOGYA, KRJOGJA.com - Kawasan Malioboro sebagai jantung kota  Yogyakarta, kini semakin nyaman bagi pengunjung kota yang terkenal dengan kuliner gudeg. Berbagai fasilitas di kawasan pedestrian ini semakin lengkap dan nyaman.  

Mulai dari tersedianya tempat duduk disepanjang Malioboro, instalasi seni  yang instagramable maupun tempat sampah disetiap sudutnya sehingga mendukung kebersihan dan kerapian kawasan tersebut.

Sejak September 2017 Pemerintah Kota Yogyakarta menggalakkan gerakan Selasa Wage yaitu meliburkan para pedagang kaki lima di sepanjang jalan Malioboro setiap 35 hari sekali tepatnya pada hari Selasa Wage. JNE turut ambil bagian dalam gerakan tersebut sebagai salah satu wujud kepedulian JNE Yogyakarta kepada lingkungan sekitar yang berada diwilayah teritorial kota Yogyakarta.

Baca : 

Made Dyah Agustina, Rela “Nginem” Demi Tebar Virus Positif
Dukungan Penuh Suami dan Anak, Inem Berniat Terus “Ngedan"

Selasa 7/8 ksatria JNE Yogyakarta bersama dengan berbagai elemen masyarakat Yogyakarta melakukan Reresik Malioboro. Sebanyak 60 karyawan JNE berbaur mengikuti  kegiatan Reresik Malioboro dengan berbagai komunitas seperti komunitas pedagang kaki lima dan komunitas kopi. 

Selasa Wage kali ini bertepatan dengan pelantikan Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan Selasa Wage oleh Drs. H. Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta didampingi Heroe Poerwadi, Wakil Walikota Yogyakarta.

Para peserta Gerakan Selasa Wage telah berada di kawasan Malioboro sejak pukul 05.30 WIB dan langsung berpencar dengan membawa peralatan kebersihan masing-masing seperti sapu, sikat dan kantong sampah. Sekitar pukul 08.00 WIB kawasan Malioboro telah bersih dan peserta bersiap-siap mengikuti apel pagi. 

Adi Subagyo, Branch Manager JNE Yogyakarta mengungkapkan bahwa tahun lalu tepatnya Juli 2017 pihaknya telah melakukan CSR (Corporate Social Responsibility) berupa pemberian bantuan armada angkutan sampah bagi JPSM (Jaringan Pengelola Sampah Mandiri) bekerjasama dengan BLH (Badan Lingkungan Hidup) DIY. Setelah kegiatan itu Adi ingin terus berkontribusi melalui berbagai cara dengan menunjukkan kepedulian JNE terhadap Yogyakarta. 

“Seperti yang pernah saya katakan tahun lalu bahwa kami sangat terbuka untuk bersinergi dengan semua pihak dalam hal positif, jika tahun lalu kami JNE dapat terlibat dalam gerakan Selasa Wage hari ini,” ujar pria yang pernah menjabat Branch Manager Mojokerto. 

Adi juga menambahkan kontribusi lainnya adalah JNE Yogyakarta menggratiskan pengiriman bantuan bagi masyarakat atau komunitas yang ingin menyalurkan bantuannya ke posko korban gempa Lombok yang terjadi pada 4/8 lalu. 

Hal ini  sebagai bentuk kepedulian dan kesetiakawanan sosial dengan membantu pengiriman barang berupa makanan,obat-obatan dan pakaian

Ditempat terpisah Marsudi, Head Regional Jateng DIY menjelaskan bahwa Ia memberikan dukungan penuh bagi JNE Yogyakarta yang aktif  bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat. (*)