Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 08 Agustus 2018 / 15:27 WIB

Pertukaran Kepsek Kurangi Kesenjangan Mutu Pendidikan

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) kembali melakukan program pertukaran Kepala Sekolah (Kepsek). 

Kegiatan yang diikuti 480 kepsek dari berbagai wilayah Indonesia ini merupakan upaya pemerintah untuk mendorong percepatan pemerataan mutu pendidikan sesuai nawa cita Presiden Joko Widodo. 

"Program pertukaran kepala sekolah merupakan suatu terobosan yang baik. Di mana kepala sekolah dari daerah khusus atau 3T mempelajari manajemen pendidikan berbasis sekolah dari sekolah mitra yang sudah baik dalam penerapannya. Mereka akan belajar bersama-sama, berdiskusi, untuk kemudian kembali untuk mengimplementasikan di sekolahnya masing-masing," disampaikan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Supriano, di Jakarta, Selasa (7/8/2018). 

Dalam kegiatan ini, para kepala sekolah yang terlibat diminta untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan dalam mengelola satuan pendidikan. Difasilitasi oleh 23 orang fasilitator, para kepsek diajak untuk memperdalam tiga hal utama yang menjadi tugas dan fungsinya sebagai kepala sekolah, yaitu kemampuan manajerial, supervisi, dan kewirausahaan. "Program ini sangat baik, karena hasilnya bisa dilihat, dirasakan langsung oleh guru di sekolah," ujar Dirjen Supriano. 

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Perencanaan Kebutuhan dan Pemindahan, Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan, Abubakar Umar, menyampaikan bahwa pascaprogram, para alumni diminta untuk menyampaikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang segera diimplementasikan di sekolahnya. Sekaligus rencana pengimbasan pada minimal dua sekolah di sekitarnya. 


"Kita akan ikuti terus perkembangannya. Bagi yang memiliki potensi, akan kita berikan perhatian khusus. Sesuai arahan Pak Dirjen, kita akan sinergikan dengan Ditjen Dikdasmen (pendidikan dasar dan menengah)," ungkap Abubakar.

Peserta pertukaran terdiri dari 320 kepala sekolah imbas dan 160 kepala sekolah mitra selama satu minggu. Setelah mengikuti lokakarya "In 1", para kepsek imbas melakukan pemantauan terhadap kegiatan di sekolah mitra. Kemudian dalam periode "In 2", kepala sekolah mitra mendapatkan kesempatan mengunjungi sekolah imbas. "Prioritas sekolah imbas diberikan kepada daerah khusus, baik dari akses transportasi dan komunikasi yang masih sulit. (Ati)