DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 06 Agustus 2018 / 15:18 WIB

PENYIMPANGAN KREDIT RUMAH

Kejati Segera Minta Penghitungan ke BPKP

YOGYA, KRJOGJA.com - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY segera meminta penghitungan kerugian negara ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait dugaan penyimpangan kredit kepemilikan rumah di salah satu bank BUMN. Selain itu juga terus memeriksa beberapa saksi untuk mengumpulkan alat bukti.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DIY Jefferdian SH MH didampingi Kasi Penyidikan Ashari Kurniawan SH MH mengungkapkan, penyidik sedang mempersiapkan permohongan penghitungan kerugian negara. Jika sudah selesai akan segera dikirim ke BPKP."Dalam waktu dekat, surat permohonan penghitungan kerugian negara kami kirim ke BPKP," ungkapnya. 

Sejauh ini penyidik memang belum menetapkan tersangka dalam kasus Sedangkan kasus pemberian kredit untuk kepemilikan rumah sebesar Rp 1,3 miliar tahun 2014 di salah satu bank plat merah. Jika sudah ada kerugian negara, penyidik akan menetapkan tersangka. 

"Bukti permulaan dugaan penyimpangan kredit sudah kami kantongi. Tapi kami belum menetapkan tersangka kalau belum ada hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP," ujarnya. 

Sambil menunggu hasil penghitungan kerugian negara, penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi untuk mengumpulkan alat bukti. Sekarang ini penyidik sudah memeriksa sekitar 20 orang saksi, baik dari pihak bank maupun lainnya. (Sni)