Gaya Hidup Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 05 Agustus 2018 / 07:38 WIB

Masih Membedakan Asuransi Mobil Bekas ? Sadari Faktanya Agar Tidak Menyesal

MOBIL Anda tak bisa dibilang baru, namun bukan berarti mobil itu tak layak mendapatkan jaminan perlindungan. Pasalnya, mau mobil baru ataupun mobil bekas sekalipun, berbagai risiko kecelakaan, kerusakan, bencana alam serta kehilangan/kecurian akan tetap mengincarnya. 

Saat ini, sudah banyak perusahaan asuransi kendaraan yang menyediakan fasilitas asuransi untuk mobil second hand alias bekas. Jadi, mengapa tidak memanfaatkannya saja dan menikmati benefitnya?

Selain itu, sudah banyak juga perusahaan asuransi mobil yang menawarkan program yang dapat memenuhi kebutuhan Anda, mulai dari pelayanannya sampai urusan klaimnya seperti asuransi mobil MAG, Adira, ataupun Simasnet. Layaknya definisi asuransi yang berarti 'melindungi', asuransi mobil akan melindungi kendaraan bekas/baru Anda dari berbagai ancaman berbahaya yang kerap tak terduga datangnya seperti tabrakan, bencana banjir atau tindakan kriminal seperti pencurian mobil dan pengrusakan mobil (vandalisme).

Seperti dirangkum dalam situs asuransi mobil terbaik Cermati.com, dalam hal pengklaiman, banyak perusahaan asuransi mobil di Indonesia yang menawarkan dan menyediakan berbagai fitur untuk melindungi mobil Anda dari kondisi seperti kebongkaran, kerusuhan (civil commotion), penjarahan, perang dan permusuhan, perang saudara dan personal accident (penumpang dan pengemudi).

"Jika sudah menyadari fakta ini, tak bijak rasanya jika kita masih membedakan asuransi mobil hanya karena mobil Anda bekas—bisa-bisa Anda malah jadi merugi dan menyesal di kemudian hari," ungkap Business Manager Cermati.com Kannadi sebagaimana keterangan persnya.

Lagipula, kata Kannadi saat ini Indonesia mempunyai jumlah populasi yang kian besar, yakni hampir mencapai 250 juta jiwa. Dengan demikian, tak heran rasanya jika kondisi lalu lintasnya pun kian padat lantaran bertambah pula pengguna jalan raya—yang pada akhirnya menimbulkan risiko tersendiri bagi para pengguna lalu lintas.

Dalam dua dekade belakangan ini, bisa dikatakan negara kita memiliki tingkat konsumsi yang entah bagaimana jadi kian tinggi, termasuk dalam pembelian dan kepemilikan mobil. Berdasarkan prediksi penjualan kendaraan baru di Indonesia yang dilakukan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di tahun 2014, angka penjualan terus meningkat sebanyak 1,3 juta unit dan terus bertambah.

Asuransi Mobil Bekas dan Mobil Baru

Kini, tak heran rasanya jika mobil bukan barang mewah lagi karena mobil pribadi digunakan untuk mempermudah kegiatan dan rutinitas masyarakat sehari-hari. Banyak orang Indonesia yang kini lebih senang menggunakan mobil pribadi ketimbang moda transportasi umum sebagai sarana transportasi karena mobilitas tinggi dan alasan kenyamanan. 

Ini disebabkan karena moda transportasi umum belum memiliki keamanan dan kenyamanan yang memadai. Solusi persoalan sarana transportasi umum masih minim, begitu pula implementasi program transportasi umum massal bagi masyarakat—ini mencakup polemik transportasi online yang sempat menjadi viral belakangan ini. Masih banyak fasilitas dari alat transportasi umum yang saat ini kondisinya tidak layak namun tetap dioperasikan.

Fakta ini dipandang sebagai peluang bisnis oleh produsen mobil sehingga mereka semakin giat mengeluarkan jenis mobil baru di Indonesia. Meski tak dapat dipungkiri bahwa tak semua warga negara Indonesia mampu membeli mobil baru, namun dapat dipastikan fakta ini  telah memicu geliat masyarakat untuk membeli mobil baru. Sekalipun begitu, para calon pembeli mobil dengan budget terbatas masih memiliki opsi lain, yakni membeli mobil bekas. Sebagian masyakarat kelas menengah memang lebih memilih alternatif mobil bekas ketimbang mobil baru karena sejumlah faktor tertentu.

Mobil second hand alias bekas memang sudah banyak tersedia di pasaran Indonesia demi mempermudah masyarakat untuk memiliki mobil. Bahkan banyak juga mobil bekas yang dijual di showroom sehingga kondisinya tak kalah bagus, sehat dan prima layaknya mobil baru. Dengan demikian, mobil second pun menjadi semakin diminati, apalagi jika melihat harganya yang lebih ramah di kantong.

Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, pangsa pasar asuransi di Indonesia memang terbilang kecil—hanya sekitar 5% saja. Dengan demikian, tugas dan tanggung jawab industri asuransi di negara kita menjadi lebih berat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya berasuransi, yang dalam hal ini relevansinya adalah asuransi mobil. Mengingat masyarakat dihadapkan dengan risiko besar bila mobil bekas dan mobil barunya tidak dilindungi asuransi, maka penting adanya untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya asuransi kendaraan. 

Bencana seperti tabrakan, spion/velg yang hilang, bodi mobil penyok, tergores serta kehilangan akibat dicuri mengintai mobil dimana-mana. Anda yang mengasuransikan mobil bekasnya akan merasa lebih tenang dan aman mengingat risiko dapat diantisipasi dan dikelola oleh perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi akan melindungi mobil second Anda, khususnya jika Anda membeli produk asuransi mobil baik TLO (Total Loss Only) dan atau All Risk.

Selain dua perlindungan dasar tersebut, asuransi mobil juga menyediakan perluasan asuransi misalnya Tanggung Jawab Hukum Terhadap Pihak Ketiga dan penumpang, huru-hara (Strike, Riot and Civil Commotion), Bencana Alam (Act of God), dan masih banyak lagi.

Penting untuk dipahami bahwa melindungi mobil bekas sama vitalnya dengan melindungi mobil baru. Sehingga sikap kerap membeda-bedakan mobil baru dan mobil second yang selama ini terjadi di kalangan publik hendaknya dientaskan demi keselamatan berkendara, kesehatan finansial yang merata serta agar tak menyesal di kemudian hari.