DIY Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 03 Agustus 2018 / 14:28 WIB

Tingkatkan Nasionalisme, Hipakad DIY Gelar Dialog Kebangsaan

SLEMAN, KRJOGJA.com - Suasana dialog kebangsaan yang melibatkan puluhan mahasiswa asal Papua. Dialog tersebut digelar Hipakad DIY guna menumbuhkan rasa kebangsaan jelang peringatan HUT RI ke-73. 

Jelang peringatan HUT Republik Indonesia ke-73, Himpunan Putra-putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Yogyakarta menggelar dialog kebangsaan di Hotel Sri Wedari, Rabu (1/8/2018).

Dialog yang bertajuk 'Meneguhkan Papua Bagian dari NKRI' tersebut dihadiri puluhan warga Papua yang saat ini tengah menimba ilmu serta bermukim di Yogyakarta.

Ketua DPD Hipakad DIY, Soni Sugeng Harsono mengatakan, bahwa dialog yang digelar merupakan jawaban dari banyaknya permasalahan yang dihadapi bangsa.  Permasalahan tersebut antara lain permasalahan kesejahteraan, kepedulian terhadap sesama yang kian menipis, keadilan yang hanya berpihak pada mereka yang berkantong tebal, hingga isu SARA yang mengancam kesatuan bangsa.

Sony menjelaskan dari permasalahan tersebut pihaknya melihat pihak-pihak tertentu memang memberikan solusi. Namun, justru solusi tersebut terkesan memihak ke satu belah sisi sehingga berpotensi menimbukkan perpecahan.

"Karena itu acara digelar sebagai upaya meningkatkan kesatuan dan persatuan berkaitan dengan banyaknya isu perpecahan tentang Papua. Selain itu kita perlu kembali pada pedoman dan cita-cita luhur bangsa. Serta pada akhirnya sikap nasionalisme menjadi penyangga yang begitu penting bagi keberlangsungan bangsa dan negara kita," katanya 

Pendeta Benny Dimara (Penasehat mahasiswa Papua di DIY) yang hadir sebagai narasumber mengatakan, bahwa mahasiswa asal Papua yang menimba ilmu di Yogyakarta ke depannya akan menggunakan ilmu yang diperoleh untuk membangun Papua.

"Papua sudah sejak lama menjadi bagian dari NKRI, sehingga dianggapnya sudah tidak ada lagi sikap separatis dari Papua. Perbedaan itu harus ada, tidak bisa semuanya saling menyamakan persepsi. Tapi, Papua tidak seperti yang dulu dan kata ‘separatis’ itu sudah tidak pas lagi untuk jaman ini. Seluruh bangsa Indonesia harus memahami sejarahnya secara utuh dan menatap masa depan Papua dengan optimis," ucapnya. 

Kepala Bidang Politik dalam Negeri (Kabid Poldagri) Kesbangpol DIY, Aris Ariyantyo mengatakan, pihaknya akan terus berusaha merangkul segenap masyarakat. Bukan tanpa alasan, hal itu karena pihaknya menilai diskriminasi masih dirasakan oleh mahasiswa Papua yang menimba ilmu di DIY. (*)