Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 01 Agustus 2018 / 07:20 WIB

47 Yacht Ikuti Wonderful Sail to Indonesia 2018

TUAL, KRJOGJA.com - Sektor pariwisata bahari Indonesia terbukti makin moncer. Hal ini terlihat dengan datangnya 47 yacht dari berbagai negara. Mereka akan mengikuti Wonderful Sail to Indonesia (WSTI) 2018 di Debut, Tual, Maluku Tenggara, Kamis (26/7).

Kedatangan para yachter ini disambut meriah oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Penyambutan  diawali dengan upacara dan tarian tradisional penyambutan tamu. Menurut Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Alex Reyaan, 47 yacht tersebut mengangkut 156 wisatawan mancanegara (wisman) dari 14 negara.

"Ada 156 wisman yang ikut WSTI 2018 ini. Mereka berasal dari Australia, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Selandia Baru, Denmark, Jerman, Kanada, Swedia, Cook Island, Belanda, Irlandia. Dan kita lakukan penyambutan untuk menunjukkan keramahan khas Indonesia di entry point pertama di Debut, Tual, Maluku Tenggara," kata Alex, Senin (31/7).

Debut dipilih sebagai entry point WTSI 2018 karena mempunyai fasilitas lengkap. Sangat cocok untuk kapal lepas jangkar. Selain itu Debut juga mempunyai daya tarik wisata alam yg menarik.

"Pelabuhan Debut telah memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Dari mulai fasilitas CIQP, mobile money changer, penyewaan kendaraan hingga loundry dan sentra penjualan makanan kecil. Selain itu Debut juga mempunyai potensi daya tarik wisata yang sangat menarik. Sehingga wisman yachter sangat nyaman berada di Debut," ujar Alex.

Hal ini pun diakui oleh para yachter yang mengikuti WTSI 2018. Secara garis besar, mereka menyatakan sangat senang mengikuti WTSI 2018. Karena kegiatan ini telah di-organise dengan baik. Khususnya ketika yachter memasuki Debut. Sambutan hangat dari masyarakat serta daya tarik alam yang dimiliki Debut seperti sebuah bonus yang menyenangkan mereka.

Terpisah Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar, Indroyono Soesilo mengatakan, event ini sangat strategis. Karena akan menjadi branding wisata layar yang prestisius bagi Indonesia. Selain itu, WTSI akan menjadi stimulus bagi setiap daerah yang dilintasi. Karena daerah akan berlomba mengembangkan intrafruktur, sarana dan prasarana bagi pariwisata bahari Indonesia.

“Rally ini sifatnya memotivasi daerah untuk berpromosi dan mengembang infrastruktur. Tiga tahun yang lalu tidak seperti ini. Sekarang banyak yang meminta daerahnya dilalui. Impactnya daerah yang dilintasi akan membangun apresiasi dunia, membangun keakraban kebangsaan, memperkenalkan kearifan dan budaya lokal. Ini yang kita kejar,” ujarnya. (*)