Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 01 Agustus 2018 / 18:50 WIB

Dewan Kunker Telan Dana Rp 750 Juta, Untuk Apa Saja?

SRAGEN, KRJOGJA.com - Tiga tim Panitia khusus (Pansus) DPRD Sragen berangkat kunjungan kerja (kunker) ke Madiun dan Surabaya, Rabu (1/8/2018). Kunker selama tiga hari ini dilakukan dalam rangka studi banding pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif Kota Layak Anak (KLA), Pengelolaan Air dan Corporate Social Responsibility (CSR).

Biaya kunker tiga Pansus ini total sebesar Rp 750 juta. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sragen, Joko Saryono menjelaskan,seluruh anggota dewan memang tengah melakukan kunker ke Madiun dan Surabaya. Kunker tersebut terbagi tiga pansus, di antaranya Pansus I yang melakukan studi banding soal peraturan KLA, Pansus II soal pengolahan air dan Pansus III yang membahas soal CSR.

Untuk Pansus I dipimpin Inggus Subaryoto, Pansus II dipimpin Sutrisno dan Pansus III Anggoro Sutrisno. "Kegiatan kunker ini untuk membahas soal raperda inisiatif dari DPRD Sragen yang ditargetkan tahun ini ada 8 perda yang diselesaikan," ujarJoko Saryono.

Menurut Joko, kunker tiga pansus tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.Perda inisitiaf dewan pada tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 6 perda.

Ketua Pansus I Inggus Subaryoto mengatakan, untuk kunker pansus yang dipimpinnya terkait pembahasan soal KLA. Tujuannya, untuk memberikan peraturan soal kota yang benar-benar ramah terhadap anak. "Hasil kajian ini, nantinya akan memperoleh produk perda yang mengatur hak anak dalam berinteraksi di lingkungan. Sehingga kondisi kota memang ramah dan layak bagi anak," tutur Inggus.

Dijelaskan Inggus, dalam kunker ini setiap pansus dianggarkan kisaran Rp 200 juta - Rp 250 juta. Anggaran itu sendiri sudah diplot dalam pembahasan setiap raperda insiatif yang tertuang di APBD Sragen. "Kunker ini bertujuan untuk kebaikan Sragen dalam membuat sebuah aturan," jelas Inggus.(Sam)