DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 01 Agustus 2018 / 09:18 WIB

Pemkot Yogyakarta Gagas Geraka Seribu ‘Tumbler’

YOGYA, KRJOGJA.com - Keberadaan sampah plastik yang volumenya cenderung meningkat, tidak bisa dipandang remeh. Sampah jenis plastik tersebut justru menjadi ancaman serius bagi lingkungan hidup lantaran sulit untuk diurai dan selalu berakhir menjadi limbah. Volume sampah plastik di Kota Yogya pun cukup tinggi, yakni hingga mencapai 20 persen dari total sampah yang diangkut ke TPST Piyungan.

”Dalam sehari ada 257 ton sampah yang disetor ke TPST Piyungan. Yogya ini daerah urban, sehingga sampah plastik cenderung meningkat. Ini harus diantisipasi,” urai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya Suyana, disela peringatan Hari Lingkungan Hidup di Embung Langensari, Selasa (31/07/2018).

Baca juga :

Pengurukan TPST Piyungan Terhambat Keberadaan Sapi

TPST Piyungan Makin 'Sesak', Butuh Lokasi Baru

Dalam peringatan ini, imbuh Suyana, pihaknya sengaja mengambil tema pengendalian sampah plastik. Salah satu upaya yang mulai digencarkan ialah gerakan seribu tumbler atau botol minum yang dapat digunakan berulang-ulang.

Ia berharap, seluruh pegawai Pemkot serta pelajar Kota Yogya setiap hari membawa tumbler sejak dari rumah. Dengan begitu, sampah plastik dari gelas air minum sudah bisa dikurangi.

Selain memulai gerakan seribu tumbler, para pelajar baik yang sudah menyandang sekolah adiwiyata maupun masih rintisan, juga diajak berlaku bijak terhadap sampah jenis plastik. Di antaranya dengan kreasi daur ulang botol minuman dari plastik.

”Kami ingin semua bisa bijak memanfaatkan barang-barang dari plastik. Paling tidak, jangan sampai berakhir menjadi limbah. Harus bisa didayagunakan,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, DLH Kota Yogya memberikan apresiasi bagi sejumlah pengabdi lingkungan hidup. Adipura tingkat kecamatan yang baru tahun ini digulirkan pun sudah berhasil dinilai dengan peringkat pertama ialah Kecamatan Gondomanan disusul Danurejan, Jetis, Tegalrejo, Mantrijeron, Kotagede, Gondokusuman dan Ngampilan.

Walikota Yogya Haryadi Suyuti, menjelaskan upaya pengendalian sampah melalui gerakan seribu tumbler bukan semata ceremonial. Dirinya mengaku akan mengajak seluruh ASN guna memberikan contoh penggunaan barang plastik yang hanya satu kali pakai. Namun demikian Pemkot belum berencana membuat regulasi berupa perwal terkait pelarangan sampah jenis plastik.

”Semangatnya bukan dengan melarang, tapi kita harus sadar betul. Limbah plastik yang terjadi di salah satu kota di luar negeri, sudah memberikan bukti bagaimana ancaman nyata bagi makhluk hidup,” paparnya. (Dhi)