Wisata Editor : Danar Widiyanto Senin, 30 Juli 2018 / 00:01 WIB

Boseh Sepeda 'E Money' di Bandung, Cocok untuk Yogya?

BANDUNG, KRJOGJA.com - Setahun terakhir, warga Kota Bandung memiliki moda transportasi lama rasa baru yang menarik. Sebuah sistem pinjam sepeda yang dinamakan Boseh kependekan dari Bike on the Street for Everybody Happy mampu menyita perhatian dan membantu pergerakan masyarakat di Kota Kembang. 

Baca Juga: Pasar Sepeda Gappsta, Saksi Jayanya Yogya Kota Sepeda

Boseh ini sebenarnya tidak ada bedanya dengan sepeda lainnya. Namun, sepeda ini diaplikasikan dalam kemajuan teknologi pada cara peminjaman dan mengembalikan serta keamanan unit sepeda. 

KRjogja.com menyempatkan menjajal alat transportasi konvensional tersebut saat berkunjung Minggu (29/7/2018). Untuk meminjam Boseh dari stasiunnya, kita hanya harus memiliki kartu E-Money yang sekarang semakin mudah ditemukan. 

Baca Juga: Mudik Bersepeda Bekasi ke Gunungkidul, Sandi Punya Pengalaman Seram

Kartu tersebut ditempelkan pada sebuah alat pembayaran dan pencatat otomatis yang terkoneksi dengan sistem. Tak butuh waktu lama, sepeda pun bisa kita ambil dari stasiun parkir yang menggunakan lock (kunci) otomatis dan digunakan untuk pergerakan. 

Aino, perusahaan pembayaran non tunai yang juga anak perusahaan UGM menjadi integrator sistem peminjaman Boseh sejak awal 2018 ini. Syafri Yuzal, Direktur Aino pun menceritakan bagaimana sistem tersebut berjalan di program Boseh. 

“Jadi, pengguna tinggal menempelkan kartu yang bersaldo pada alat yang ada di stasiun Boseh. Nanti akan terpotong Rp 1000 untuk satu jam dan Rp 2000 untuk jam berikutnya dan langsung bisa menggunakan, sangat mudah dan sederhana sebenarnya,” ungkapnya. 

Baca Juga: Ini Fakta Anak Muda yang Mudik Naik Sepeda Bekasi – Gunungkidul

Boseh saat ini sudah berjumlah 300 unit di wilayah Kota Bandung. Secara keseluruhan ada 30 stasiun yang bersebar di banyak titik kota di mana masyarakat bisa dengan mudah mengakses. 

“Satu hal terpenting sistem ini mendukung gerakan non tunai dari pemerintah sekaligus menyehatkan warga dan mengurangi kepadatan lalu-lintas. Kita tahu bersama kalau Kota Bandung sudah sangat padat, ini salah satu cara yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk mengurangi kepadatan,” sambungnya. 

Penyedia layanan bike sharing ini tidak khawatir dengan penyalahgunaan yang mungkin dilakukan oknum tak bertanggung jawab. “Sepeda ini dilengkapi GPS dan terpenting data peminjam tercatat di sistem. Kalau ada yang berniat buruk akan berpikir ribuan kali,” imbuhnya tersenyum. 

Aino sendiri kini sedang berusaha membawa program seperti Boseh untuk beberapa kota lain di Indonesia. Yogyakarta pun dinilai bisa mengadopsi Boseh terlebih dengan potensi pariwisata luar biasa dan predikat Kota Sepeda yang tersemat manis beberapa tahun lalu. 

“Kami memang ada program membawa sistem Boseh ke kota lain. Harapannya salah satu yang bisa mengadopsi adalah Yogyakarta karena sebenarnya sangat cocok dengan karakter kota pariwisata,” ungkapnya lagi. (Fxh)