Gaya Hidup Agregasi    Sabtu, 28 Juli 2018 / 02:40 WIB

Konsumsi Lidah Buaya Bisa Picu Gagal Ginjal?

LIDAH buaya sering dikonsumsi seseorang sebagai pelengkap makanan atau masker untuk mencerahkan kulit. Sayangnya, bahan ini tak selamanya baik digunakan karena bisa memicu efek samping.

Contohnya, orang dapat mengalami alergi karena menggunakan lidah buaya. Pastinya efek dari risiko tersebut bisa memicu seseorang menjadi lemah dan aktivitasnya terganggu.

Di samping itu, banyak efek samping lain yang timbul akibat konsumsi lidah buaya tersebut. Berikut ulasannya, dilansir Thehealthsite, Jumat (27/7/2018).

1. Menyebabkan alergi kulit

Penggunaan gel lidah buaya untuk jangka waktu lama dapat menyebabkan alergi kulit. Anda dapat mengalami peradangan, gatal-gatal, hingga kemerahan pada bagian kelopak mata. Efek samping lainnya termasuk kulit kekeringan, pengerasan, pengembangan bintik-bintik ungu, dan pecah-pecah. Risiko lainnya juga dapat menyebabkan ruam kulit dan iritasi atau kemerahan dan sensasi rasa terbakar.

2. Menurunkan gula darah

Lidah buaya telah dikaitkan dengan risiko rendahnya kadar gula darah dalam tubuh. Seseorang yang mengalami resisten insulin tidak boleh mengonsumsi lidah buaya tersebut. Belum lagi dampaknya dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dalam jangka panjang.


3. Komplikasi kehamilan

Ibu hamil tidak boleh konsumsi lidah buaya. Jika tertelan dapat merangsang kontraksi uterus. Efeknya bahkan dapat memicu komplikasi seperti keguguran, dan meningkatkan risiko cacat lahir. Pun demikian pada ibu menyusui, mengalami risiko yang sama dan anaknya bisa keracunan.

4. Peradangan hati

Konsumsi lidah buaya dosis tinggi dapat menyebabkan peradangan hati. Kehadiran banyak senyawa bioaktif seperti C-glikosida, antrakuinon, anthrones, lektin, polymannans dan mannans asetil pada lidah buaya dapat mengganggu proses detoksifikasi hati. Anda dapat mengalami kerusakan hati, namun tidak menyadarinya.

5. Gagal ginjal

Lidah buaya dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, seperti digoxin, obat antidiabetes, sevoflurane, dan obat diuretik. Namun sayangnya, jika dikonsumsi dapat menyebabkan penyakit ginjal. Anda harus berhati-hati, jangan keseringan konsumsi karena mudah memicu gagal ginjal.  (*)