DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 24 Juli 2018 / 00:19 WIB

Tari Topeng Walik Meriahkan Pawai Pembukaan FKY 2018

Yogya, KRJogja.com - Sepanjang Jalan Malioboro anak-anak kecil itu jalan beriringan sambil menari dengan ceria mengenakan sampur warna-warni serta topeng yang menghadap belakang. Gerak tubuhnya melenggak-lenggok mengikuti alunan musik jalan menuju titik nol.

Sesekali mereka berhenti mengikuti perintah pemandu yang berpakaian hitam lalu unjuk ekspresi. Ketika sang pemandu berteriak memerintahkan untuk istirahat, anak kecil itu justru melepas tongkat warna kuning lalu menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan kekanan.

Ketika pemandu mengatakan balik, maka anak-anak itu mengikuti perintah sambil teriak lantang "Haiii....", lidahnya menjulur keluar. Tak sedikit penonton tertawa melihat tingkah lucu mereka dalam acara Pawai Seni Pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke-30, pada Senin sore, (23/7/2018).

Anak-anak kecil itu merupakan salah satu kelompok peserta pawai yang berasal dari Sanggar Tari Anak Tembi. Made Dyah Agustina, yang memandu selama pawai mengatakan tarian yang ditampilkan itu bernama tari topeng walik.

"Jadi kita membuat sesuatu yang unik namanya tarian topeng walik. Sebenarnya itu tarian komedi yang mengajarkan anak-anak menari dengan menghadap ke belakang", kata Made saat ditemui diakhir pawai.

Selain menghasilkan karya tari yang lucu, menari menghadap kebelakang dapat mengolah pola pikir otak kanan dan kiri anak-anak. Mereka dapat merasakan gerakkan mereka dan mengolah saraf motorik mengikuti gerak tubuhnya agar topeng itu terlihat bagus.

Festival kesenian akan berlangsung sampai 9 Agustus 2018 dengan tema Mesemeleh yang diambil dari kata Mesem dan Semeleh.

Ir. Gatot Sabtadi, selaku sekretaris daerah mewakili Gubernur DIY pada sambutannya mengatakan agar para seniman semakin memicu semangat untuk berkreasi. Ia mengatakan bahwa seni tidak hanya ditampilkan dipanggung terbuka saja tetapi bisa ditempat lain. (Gumido)