Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 23 Juli 2018 / 18:09 WIB

Nekat Naik Merapi, Pendaki Di-Blacklist

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Pendakian Gunung Merapi masih ditutup karena masih berstatus Waspada menyusul erupsi freatik yang terjadi beberapa waktu lalu, namun masih ada pendaki yang nekat mendaki dengan cara sembunti-sembunyi. 

Kepala Resort Selo, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Wahid Adi Wibowo, Senin (23/7) membeberkan, ada enam pendaki yang terpisah dalam dua rombongan yang ketahuan mendaki. Pada Minggu (8/7) beberapa pekan lalu, tiga pendaki asal Bengkalis, Riau, terpantau CCTV Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, terpantau beraktivitas di kawasan Pasar Bubrah atau di bawah puncak Merapi. 

sebagai tindak lanjut, setelah mereka turun, ketiganya yang berstatus mahasiswa tersebut diinterogasi alasan mereka nekat mendaki. Diketahui, mereka mengelabuhi petugas dengan tak membawa carrier atau perlengkapan mendaki dan berpura-pura berwisata di kaki Merapi.

Setelah membuat surat pernyataan dan menghapus dokumentasi selama pendakian, mereka diblacklis dengan dilarang datang atau mendaki Merapi selama sekurang-kurangnya dua tahun. 

"Ketiganya memafaatkan kelengahan petugas karena tak membawa peralatan pendakian. Pengakuannya, mereka tidak tahu kalau level status Merapi sekarang Waspada sehingga ditutup untuk pendakian,"

Sepekan setelahnya, pada Minggu (15/7), petugas juga mendapati tiga pendaki lain yang nekat mendaki. Kali ini, ketiga pendaki ilegal tersebut adalah warga negara asing asal Rusia. Alasannya juga sama, tak tahu kalau Merapi sedang ditutup untuk pendakian. (Gal)