DIY Editor : Tomi sudjatmiko Sabtu, 21 Juli 2018 / 03:23 WIB

DITANDAI PEMUKULAN KENTONGAN

Pawai FKY 30, Arus Lalu Lintas di Malioboro Dialihkan

BANTUL, KRJOGJA.com - Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke 30 akan dibuka dengan ditandai pemukulan kentongan secara masal. Kurang lebih 50 tamu VIP akan memukul kentongan secara bersamaan sebagai simbol penanda waktu berkumpul dan ajakan agar masyarakat ikut terlibat dalam kegiatan yang bertema "Mesemeleh" ini.

"Pemukulan kentongan kami pilih sebagai simbol penanda pembukaan FKY 30 karena kentongan titir merupakan sarana komunikasi tradisional yang masih relevan. Mengacu pada tema "Mesemeleh", berkomunikasi adalah cara sederhana yang dapat digunakan untuk memahami dan berkumpul bersama." terang Direktur Bagian Umum Setyo Harwanto Ketua III.

Baca Juga : 

FKY ke 30 di Pyramid Bantul Usung Mesem dan Semeleh.

Hajatan Seni dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini secara resmi akan dibuka oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X pada Senin 23 Juli 2018 di Gedung Kepatihan Yogyakarta. 

Sebelum acara dibuka akan diawali dengan pertunjukkan tari Sekar Pudyastuti dari Ayudyah Art Dance. Kemudian setelah pemukulan kentongan, para penonton dan tamu undangan akan melihat penampilan dari grub band experimental Senyawa. 

Sementara itu, adanya Pawai Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 30, akan ada pengalihan arus lalu lintas dan sistem buka tutup jalan menuju Malioboro. 

Pawai akan digelar pada Senin 23 Juli 2018 mulai jam 15.00 WIB sebagai tanda dibukanya hajatan seni dan kebudayaan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini. 

Jalur yang akan dilewati yaitu dari Taman Parkir Abu Bakar Ali-Jl Malioboro-Kawasan Nol Kilometer. Kurang lebih 30 kontingen yang terdiri dari kelompok seni, komunitas kreatif, pusat latihan seni, sanggar seni, serta perwakilan kabupaten dan provinsi dari luar Yogyakarta  akan berjalan beriritan melalui jalur tersebut. 

Panitia FKY 30 saat press conference pada Jumat (20/07/2018) di Kompleks Planet Pyramid memohon warga Yogyakarta dapat memaklumi kekurang nyamanan yang timbul dari pawai FKY 30 ini. (Fatimah Arum Utari)