Olahraga Editor : Danar Widiyanto Kamis, 19 Juli 2018 / 19:31 WIB

Kalah dari PSIM, Kalteng Putra Salahkan Kepemimpinan Wasit

BANTUL, KRJOGJA.com - Raut wajah berbeda ditunjukkan asisten pelatih Kalteng Putra, Bambang Soemantri saat bertemu wartawan di sesi konferensi pers usai laga PSIM kontra Kalteng Putra Kamis (19/7/2018) petang. Jika di pre match konference sehari lalu, eks PSIM 1995-2000 tersebut sering melempar senyum, kali ini ia menyiratkan raut berbeda setelah kalah 2-0 dari tuan rumah.

Baca Juga: Kembali ke Jalur Kemenangan, PSIM Taklukkan Kalteng Putra 2-0

“Kami bermain bagus di babak pertama, pertandingan enak dilihat. Tapi babak kedua, ada kepentingan lain yang membuat tensi pertandingan tinggi. Semua orang pasti tahu, tak perlu dijelaskan, menghalalkan segala cara untuk memenangkan pertandingan,” keluhnya.

Kalteng menurut Bambang sangat kecewa dengan kepemimpian wasit yang membuat pertandingan tidak menarik dilihat. Kalteng pun merasa kecewa karena di dua laga terakhir yakni Blitar United dan PSIM, timnya mendapat tekanan luar biasa dari sisi non teknis.

“Kita dua kali dikerjai setelah dari Blitar dan sekarang di Jogja. Tapi ini jadi bahan evaluasi kedepan terutama dari sisi mental pemain karena kami terkuras tenaga dari sisi non teknis,” sambungnya.

Baca Juga: Egy Maulana Vikri Gabung Tim 'Divisi Utama' Polandia

Benar saja mendengar pernyataan tersebut karena tepat setelah wasit Sigit Budiyanto meniup peluit berakhir, tim pelatih dan beberapa pemain Kalteng terlihat dengan emosi mendatangi sang pengadil tersebut. Kalteng tampak begitu kecewa dengan wasit yang dianggap tidak memimpin game dengan baik.

Pun begitu dengan kapten Kalteng Putra Firman Utina yang tak bisa menutupi kekecewaan kalah di laga tandang. Eks punggawa timnas menyiratkan bahwa pertandingan sebenarnya berjalan dengan baik karena PSIM memiliki kualitas pemain muda yang bagus serta strategi tak kalah jitu.

“Kami siapkan strategi untuk menghadapi PSIM tapi ternyata hari ini hasilnya di luar strategi kami. Kalau seperti ini pertandingan yang bagus tidak bisa terlaksana, efeknya untuk timnas juga nantinya. Tapi ini riil saya harus katakan demi kemajuan sepakbola Indonesia,” ungkap Firman.

Kekalahan melawan PSIM sendiri membuat Kalteng tertahan di peringkat 6 klasemen dengan poin 13. Kalteng berada di atas PSIM yang menempati posisi ke-7 dengan 9 poin. (Fxh)