Hiburan Editor : Danar Widiyanto Jumat, 13 Juli 2018 / 17:20 WIB

BBM Dr Martinus Miroto

Tari Bukan Sebatas Gerak Diiringi Musik

MENARI bukan cuma soal gerak. Jika seni tari hanya dipandang dari satu sisi itu saja, berarti lingkupnya hanya sempit. Padahal, seni tari meliputi banyak aspek yang mendasari. Pengetahuan itulah yang disampaikan maestro tari Indonesia, Dr Martinus Miroto kepada 15 siswa kelas X dan XI, perwakilan dari seluruh Indonesia yang sedang mengikuti kegiatan Belajar Bersama Maestro (BBM) di studio Banjarmili, 2-15 Juli 2018. Kegiatan ini merupakan program Kemendikbud RI menggandeng sejumlah maestro di bidang seni.

Baca Juga: Tetap 'Syantik', Lihat Nih Penampilan Polos Siti Badriah

"Saya tanamkan kreativitas di bidang tari. Bahwa tari tidak hanya gerak. Tapi tari merupakan bidang seni yang juga selalu bersentuhan dengan seni rupa, seperti kostum, properti, topeng hingga seni musik. Bahkan seni tari di era saat ini tidak akan bisa dilepaskan dari dunia digital, seperti membuat karya video tari," tutur Dr Miroto dijumpai <I>KR<P>, Jumat (13/7/2018).

Sehingga tidak berlebihan, dalam proses kali ini Miroto juga memanfaatkan gawai untuk mendokumentasi video tari. Sebab menurutnya, semangat BBM ini bagaimana dapat mentransfer pengetahuan dan skill dari sang maestro pada peserta. Apalagi, tari merupakan dunia yang kompleks.

"Selama dua minggu berproses, kami upayakan peserta tetap mendapat pengetahuan yang lengkap. Termasuk kami ajak peserta untuk latihan di sejumlah ruang belajar tari yang langsung bersinggungan dengan alam dan lingkungan, seperti Gumuk Pasir Parangtritis, Candi Borobudur, Kraton Yogyakarta dan lainnya," ungkapnya.

Proses ini menurut Miroto bukan serta merta mengajarkan peserta untuk menjadi penari. Tapi paling tidak mampu membuka dunia dan cakrawala mereka. Sehingga peserta tidak secara spesifik diajarkan tari-tarian milik Mirot, tapi dikembangkan kreativitasnya dilambari dengan kasih sayang dan perhatian dalam proses pembelajaran.

Salah satu peserta, Alisha Prameswari Ganandi (16), siswi Kelas XI SMAN 1 Bekasi mengaku program BBM ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuan karena dapat belajar langsung pada sang maestro. Selain itu juga dapat menambah pengalaman dan pergaulan dengan sesama anak muda dari seluruh Indonesia.

"Kebetulan aku belajar tari Jawa sejak umur 5 tahun. Kedua orangtua juga dulunya penari. Sehingga aku sangat berminat untuk ikut program ini. Melalui program ini paling tidak makin mengerti jika tari bukan sebatas gerak diiringi musik. Tapi banyak juga media lain yang berperan," sebut Alisha.

Ia menjelaskan, perkenalannya dengan sosok Miroto sebenarnya sudah berawal dari tahun 2010 lalu. Ketika itu sanggarnya tampil sepanggung dengan sanggar milik Miroto dalam satu pementasan di Bali. Setelah sekitar delapan tahun berselang, akhirnya program BBM ini mempertemukan Alisha dengan sang maestro yang pernah dikenalnya semasa kanak-kanak tersebut. (Feb)