Pendidikan Editor : Agung Purwandono Senin, 02 Juli 2018 / 09:52 WIB

Kafegama Entrepreneur Optimalkan Peran Alumni

SLEMAN, KRJOGJA.COM - Acara Businessman Lunch Meeting (BLM) bertemakan "Entrepreneurship , Start Up, The Problems & The Solution" yang bertempat di Faculty Meeting Room MMUGM lantai 5, Sabtu lalu. Acara yang diinisiasi Kafegama Entrepreneur Forum (KEF) bertujuan mengoptimalkan potensi alumni dengan membangun semangat create, connect dan collaboration.

Kegiatan ini sekaligus untuk memeriahkan acara lustrum ke 6 Alumni Homecoming30.6 atau 30th Anniversay MMUGM di Yogyakarta. Acara yang dimulai setelah acara Leadership Talk di auditorium MMUGM ini dikuti  alumni yang hadir, investor yang diundang, observer dan startup
Dalam acara ini ada 3 kelompok pendaftaran yakni untuk: 7 (startup terpilih), 20 Investor (terpilih), 20 Observer serta turut mengundang Calon Investor (dari kalangan alumni) sekitar 25 slot. Total kapasitas ruangan  sekitar 96 seat terpenuhi hampir 90%.

Dalam sesi Inspiring menghadirkan  alumni Ir  Muhammad Isnaeni  MM CWM CSA Ir Bowo Kuntohadi, MM dan Anugrah Pratama MM. Isnaini yang juga memiliki beberapa perusahaan dan mengajar di MMUGM Jakarta menjelaskan secara panjang lebar "How to be entrepreneur" sedangkan Anugrah Pratama bercerita mengenai tantangan start up ke depan dan bagaimana mereka harus punya bisnis model yang jelas.

Memasuki sesi selanjutnya yakni sesi 2 atau Workshop suasana semakin 'memanas' karena tampilnya Direktur Innovative Academy atau Inkubator Bisnis UGM yakni Sang Kompyang Wirawan Ph.D yang menjelaskan secara gamblang bagaimana UGM melalui Innovative Academy sudah menelurkan  beberapa startup yang memiliki potensi dan sangat menjanjikan. Innovative Academy bersama-sama KEF turut  bersinergi untuk menemukan bibit-bibit startup, melakukan inkubasi dan pendampingan seperti mentoring sehingga pada akhirnya mereka sampai pada tahap akselerasi atau siap diberikan investasi.

Selanjutnya speaker kedua yakni Budi Wasito MM dari KEF menjelaskan bagaimana startup tetap perlu pendampingan yang sungguh-sungguh di tahap awal karena besarnya spending dan resiko yang harus dihadapi. Dalam sesi workshop ini terjadi dialog yang sangat interactive antara peserta dari kalangan investor, observer, alumni dan menjadi pembelajaran penting dari para start up. 

Acara puncak yang ditunggu adalah sesi 3 yakni Start up Pitching dimana 7 startup terpilih harus mempresentasikan ide bisnisnya, problem yang disasar dan solusi yang ditawarkan melalui platform yang mereka kembangkan. Setiap start up diberi waktu hanya 3 menit utk mempresentasikan pitch decknya dan mendapat sesi tanya jawab juga selama 3 menit.

Ketujuh start up yang terpilih adalah: mussy.co (platform digital untuk jasa sewa band lokal), Easydoku (fintech), Pijar (jasa konsultasi psikologi), Gudang Batik (market place batik), Equitree (fintech), Akunbiz (fintech) dan Bagi Ilmu.

Suasana BLM berlangsung sangat dinamis dan KEF sebagai forum dari alumni MMUGM yang dapat mewakili atau menfasilitasi antara start up dan investor berharap kegiatan ini dapat berlangsung dan berkesinambungan sehingga resource alumni yang sangat melimpah di MMUGM dapat juga turut memberikan impact yang nyata bagi dunia start up yang umumnya banyak berasal dari kampus. KEF sebagai Forum Bisnis dan Entrepreneur yang kini sudah menjadi mitra strategis UGM bersama dengan GIB, Kibar, LintasArta, PlugandPlay. (*)