Olahraga Editor : Danar Widiyanto Senin, 02 Juli 2018 / 19:20 WIB

Judi Bola Piala Dunia 2018 Ternyata Banyak Peminat, Nih Buktinya..

DEMAM PIALA DUNIA 2018 belum lagi usai. Pertandingan sepak bola terbesar di dunia tersebut kini tengah memasuki laga 16 besar. Sejumlah klub-klub besar telah tumbang.

Sebut saja Jerman, Spanyol, Argentina hingga Portugal. Para suporter sepak bola di seluruh dunia tentunya terus memantau kompetisi Piala Dunia 2018 hingga usai.

Namun, para pecinta sepak bola dunia punya cara lain agar momen empat tahun sekali ini lebih menarik. Sebagian dari mereka ada yang ikut taruhan baik manual maupun online.

Baca Juga: Ada 'Piala Dunia' di TPS 05 Kelurahan Purworejo

Sejumlah uang rela mereka pertaruhkan. Tak hanya satu, dua, tiga dolar, tetapi dengan jumlah besar hingga jutaan dolar. Tak heran jika polisi di sejumlah negara ini melakukan operasi penangkapan seputar taruhan di Piala Dunia.

Seperti dikutip dari berbagai sumber pada Senin (2/7/2018), berikut kasus tangkap tangan seputar taruhan Piala Dunia di 4 negara:

1. Taruhan di Malaysia

Kepala polisi Kuala Lumpur Datuk Seri Mazlan Lazim mengatakan 61 penggerebekan dilakukan di pusat kota yang melibatkan petugas dan personil dari Markas Besar Polisi Distrik Dang Wangi (IPD), IPD Sentul, IPD Brickfields dan IPD Wangsa Maju, terkait kasus taruhan sepak bola di ajang Piala Dunia 2018 Rusia.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyita 64 ponsel berbagai merek, tablet dan kertas yang berisi angka taruhan dan uang 7.245 ringgit Malaysia dalam penggerebekan itu, demikian dikutip dari laman Thestar.com.my.

"Semua tersangka adalah penduduk setempat dengan usia rata-rata 25 hingga 65 tahun. Keseluruhan pelaku dibawa ke Markas Polisi di Kuala Lumpur", ujar Datuk Seri Mazlan Lazim.

"Ini seperti budaya, ketika demam Piala Dunia dimulai beberapa individu akan mencari penyelenggara taruhan atau bandar untuk membuat taruhan mereka.

2. Taruhan di Thailand

Sedikitnya 6.500 orang ditangkap oleh polisi Thailand setelah diduga terlibat dalam tuduhan judi dan taruhan Piala Dunia 2018 dengan jumlah transaksi mencapai 28 juta bath.

Dikutip dari laman Khaosodenglish.com, Wakil Kepala Polisi Jenderal Chalermkiat Sriworakarn mengatakan pihak berwenang sedang mempertimbangkan apakah akan menutup lokasi judi yang telah didirikan sejak Mei lalu.

Militer dan polisi meluncurkan operasi penjaringan tindak kriminal karena setiap kali Piala Dunia selalu ada saja yang taruhan.

Menurut Pusat Penelitian untuk Pengembangan Bisnis dan Sosial Universitas Chulalongkorn, sekitar 2,5 juta warga Thailand terlibat dalam perjudian terkait sepak bola.

3. Taruhan di Hong Kong

Memasuki bulan pertandingan sepak bola, Hong Kong juga turut dilanda taruhan Piala Dunia 2018. Untuk itu, otoritas setempat mengadakan mengadakan pelacakan judi online terkait Piala Dunia.

Selain mengerahkan petugas untuk menyisir bar dan restoran di seluruh kota, polisi juga memeriksa jaringan judi online di kawasan tersebut.

"Biasanya para penjudi memasang taruhan dengan membuat panggilan WhatsApp atau meninggalkan catatan suara. Dibutuhkan lebih banyak waktu untuk memeriksa perangkat dan mengungkap bukti secara digital," demikian dikutip dari laman South China Morning Post.

Pada operasi tahun 2014, polisi berhasil menghentikan judi Piala Dunia dengan nilai transaksi US$ 95,6 juta. Petugas menangkap 176 orang, berusia antara 20 dan 65 tahun.

4. Taruhan di Vietnam

Belum lama ini, polisi di Vietnam membubarkan sebuah jaringan judi online Piala Dunia 2018 dengan nilai transaksi mencapai US$ 26 juta. Mereka menangkap empat orang yang diduga sebagai dalang dari judi tersebut.

Keempat orang itu ditangkap di Ho Chi Minh City pada Jumat, 22 Juni 2018. Menurut laporan yang diterbitkan pada hari yang sama di surat kabar resmi Cong An Nhan Dan, sejumlah terduga lain juga turut ditangkap untuk dimintai keterangan.

Para tersangka mengakui transaksi operasi melalui situs web yang diselenggarakan di Filipina.

"Sejak awal 2017, total transaksi dari cincin perjudian telah bernilai sekitar $US 26 juta", kata televisi yang dikelola pemerintah Vietnam, demikian dikutip dari laman Straits Times.

Di bawah undang-undang pidana Vietnam, siapa pun yang berpartisipasi dalam perjudian atau mengatur perjudian bisa menghadapi hingga 10 tahun penjara.(*)