Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Senin, 02 Juli 2018 / 18:10 WIB

Bantu Palestina, Indonesia Tawarkan Pendidikan Pilot

BANGKOK, KRJOGJA.com - Indonesia segera mengimplementasikan komitmen untuk Palestina yang telah disampaikan pada pertemuan para Menteri Luar Negeri negara-negara anggota CEAPAD III (Conference among East Asian Countries for Palestinian) di Bangkok 26-27 Juni 2018 lalu.

Pertemuan tersebut telah menghasilkan Joint Statement yang pada pokoknya berisi keprihatinan mendalam atas perkembangan di Palestina, dan juga komitmen untuk memperkuat koordinasi antar negara anggota guna meningkatkan efektifitas bantuan pembangunan kepada Palestina.

Dalam pertemuan tiga tahunan ini, Menlu Retno Marsudi menyampaikan komitmen RI dalam Three-year Activity Plan CEAPAD 2019-2021 untuk membantu Palestina sebesar US$ 2 juta dalam bentuk program pembangunan kapasitas, antara lain di bidang pengairan, pertanian, pembangunan ekonomi, ICT, pelatihan Interpol, dan pemberian beasiswa untuk berbagai tingkat pendidikan di perguruan tinggi,

Termasuk salah satunya, beasiswa pendidikan untuk menjadi penerbang (pilot komersial) bagi para pemuda Palestina. Demikian seperti dikutip dari rilis resmi KBRI Amman merangkap Palestina, Minggu (1/7/2018).

Menyambut komitmen Indonesia tersebut, Septo Adjie Sudiro, Founder and CEO Perkasa Flight School tergerak untuk ikut membantu dan mengurangi penderitaan rakyat Palestina.

"Harapan saya program pelatihan pilot ini dapat berjalan sesegera mungkin dan anak muda Palestina yang mempunyai bakat dan passion dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya agar mereka dapat berkarir sebagai pilot komersial dan akhirnya bisa membantu ekonomi keluarganya. Mudah-mudahan dukungan yang kecil ini bisa meringankan sebagian penderitaan mereka", harap Septo.

Untuk gelombang pertama ini yang pembukaan lamarannya sampai tanggal 31 Juli 2018, Perkasa Flight School akan menyediakan 10 (sepuluh) beasiswa penuh kepada generasi muda Palestina untuk dilatih menjadi pilot. Proses seleksi akan dilakukan bekerjasama dengan KBRI Amman.

Informasi lowongan sudah disebarkan kepada masyarakat Palestina yang berada di Tepi Barat, Jalur gaza, dan juga masyarakat Palestina yang berada di Pengungsian.

Mereka akan dididik mulai dari tingkat dasar sampai menjadi pilot komersial yang siap bekerja (from Zero to Hero), dan pada saatnya akan disalurkan untuk bekerja pada maskapai penerbangan di Indonesia ataupun maskapai internasional, lanjut Septo.

Duta Besar RI untuk Yordania merangkap Palestina, Andy Rachmianto menyambut baik prakarsa dan semangat masyarakat Indonesia untuk membantu.

"Kami sangat menghargai adanya inisiatif perorangan ataupun institusi yang ingin ikut bergabung hand in hand bersama pemerintah untuk memberikan bantuan yang konkrit kepada rakyat Palestina. We must take concrete and vigorous steps," kata Dubes Andy.(*)