Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 02 Juli 2018 / 10:05 WIB

Festival Banjar 2018 Semarakkan Kota Jakarta

JAKARTA, KRJOGJA.com – Festival Banjar 2018 sukses puaskan publik Jakarta 2018. Event ini digelar Jumat-Minggu (29/06/2018-01/07/2018)  di Plaza Theater Taman Ismail Marzuki. Setiap hati, event ini dipenuhi pengunjung yang menyaksikan hiburan seni budaya Banjar dan Dayak Meratus.
 
“Festival Banjar ini event besar. Ada beragam parade budaya yang disajikan. Kami tentu sangat gembira dengan respons besar yang ditunjukan publik Jakarta,” ungkap Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Rudy Resnawan kepada wartawan.
 
Sejak awal, festival ini langsung menjadi magnet. Para pengunjung menikmati bazzar yang diikuti oleh 13 kota/kabupaten se-Kalsel. Dibentuk menyerupai pasar terapung, wisatawan seolah dibawa menuju ke alam Kalimantan Selatan.
 
Mereka juga tampak memadati stand-stand promosi yang menyajikan beragam potensi Kalsel. Setelah itu, mereka menikmati beragam pentas budaya Banjar. Diantaranya Festival Musik Panting. Ini merupakan pertunjukan khas Banjar yang memainkan lagu-lagu daerah. Ada lagu Ampar-Ampar Pisang, Sapu Tangan Babuncu Ampat, Paris Barantai, hingga Tambangan Balarut.
 
“Kami gembira dengan apresiasi yang diberikan masyarakat terhadap budaya Kalsel. Kami berharap mereka datang langsung ke Kalsel untuk menikmati alamnya juga. Tentu luar biasa menikmati budaya dengan dikombinasikan dengan keindahan alam yang luar biasa,” kata Rudy.
 
Kemeriahan Festival Banjar 2018 pun terus berlanjut. Suasana semakin meriah dengan digelarnya beragam budaya, seperti Pengantin Banjar, hingga Parade Sasirangan. Festival ini juga menyajikan permainan tradisional seperti Balogo dan lain-lain. Menguatkan rasa culture Kalsel ini, Tarian bertajuk Maharagu Banua pun ditonjolkan.
 
Tarian ini ditonjolkan warga adat Dayak Meratus di Loksado. Suasana semakin meriah dengan iringan Musik Panting. Nadanya yang energik menjadi hiburan penyemangat para pengunjung. Pengunjung lalu dibuat semakin terpesona dengan show budaya Pasar Terapung. Event ini berupa parade jukung yang didesain memakai roda sembari menjajakan dagangan layaknya di atas sungai. “Kami ingin menyajikan suasana sealami mungkin, makanya detail penyajian pun diperhatikan. Kami berharap masyarakat Kalsel yang di Jabodetabek juga bisa bernostalgia,” terang Rudy lagi. (Fon)