DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 02 Juli 2018 / 12:44 WIB

Berita Terpopuler Sepekan : Tol Bandung-Yogyakarta-Solo Segera Terwujud Sampai PDIP Minta Maaf dan Cabut Laporan 'Money Politic' ke Panwas

BERAGAM berita telah disajikan dan dinikmati para pembaca setia KRJOGJA.com. Namun, dalam sepekan ini ada enam berita yang mendapat perhatian pembaca. Berikut berita terpopuler pilihan pembaca:

Tender Dimulai, Tol Bandung-Yogyakarta-Solo Segera Diwujudkan

Pemerintah saat ini bakal membangun jalan tol di wilayah selatan pulau Jawa. Tol ini akan membentang dari Bandung hingga Solo. Jalur tol ini akan membentang di wilayah selatan pulau Jawa melalui Tasikmalaya, Cilacap dan Yogyakarta. 

Tol ini akan menjadi tol pertama yang melintas di Yogyakarta. Pembangunannya akan terbagi dalam beberapa seksi. Proses tender pun ditargetkan bisa dilakukan tahun ini.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan akan lebih dulu merampungkan proses tender untuk ruas Bandung-Tasikmalaya.

"Jadi pertama yang sebentar lagi itu Bandung-Tasikmalaya. Jadi tidak selalu di utara terus. Kita juga pecah ke Bandung-Tasikmalaya, kemudian Tasikmalaya-Cilacap, Cilacap-Yogyakarta dan Yogyakarta-Solo," tuturnya beberapa waktu lalu.

Pernah Bangkrut Jualan Mie Ayam, Anak Muda Kelahiran Sragen Ini Nilai Usahanya di Atas 14 T

SIAPA yang tak mengenal Achmad Zaky dan situs e-commerce terbesar di Indonsia Bukalapak.com. Pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah 31 tahun silam ini merupakan contoh pengusaha lokal sukses yang bergerak di bidang internet atau teknologi informasi.

Siapa sangka di usia muda sudah mampu mendirikan sekaligus CEO Bukalapak.com, sebuah perusahaan E-Commerce Indonesia berbasis marketplace C2C yang berfokus pada pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Di awal tahun 2018 Bukalapak masuk perusahaan Unicorn. Istilah "Unicorn" sendiri merujuk pada startup dengan valuasi mencapai 1 miliar dollar AS atau setara Rp 14,2 triliun.

Digali dari beberapa sumber menyebutkan Zaky mulai mengenal dunia teknologi sejak sekolah dasar. Pada tahun 1997, salah satu paman Zaky membelikan komputer dan buku-buku yang berhubungan dengan pemrograman. 

Kusnandar, Driver Gojek yang Selalu Bawa Selang untuk Tolong Orang

Nama lengkapnya Kusnandar, teman-teman sesama pengemudi ojek online biasa menyapa pria 45 tahun ini dengan panggilan Pakde Nandar. Di tengah kesederhanaannya dalam bekerja sebagai driver Gojek, pria ini selalu membawa selang panjang yang digunakan untuk menolong orang.

Pakde Nandar adalah sedikit dari ribuan orang driver ojek online yang tak sekadar bekerja mencari rezeki. Prinsipnya adalah 'Urip Kui Urup' atau hidup itu bermanfaat. Sebagian waktunya saat bekerja ia dedikasikan untuk urusan sosial, membantu sesama. 

Meski sebenarnya hidup dengan sederhana, namun Kusnandar mendirikan Sahabat Orang Sakit (SOS) yang memberikan bantuan pada sesama driver yang membutuhkan pendampingan saat sakit. Itu adalah salah satu diantara banyak hal baik dari pria yang akrab disapa “Pakde Nandar” ini. 

Mudik Bersepeda Bekasi ke Gunungkidul, Sandi Punya Pengalaman Seram

SELAMA 4 hari, 8-12 Juni yang lalu, Sandi Setiawan mudik ke Yogyakarta, tepatnya ke Semin Gununkidul dengan bersepeda. Ternyata bujangan ini sudah melakukan mudik bersepeda sejak 2015. Selama tiga tahun melakukan mudik, sandi banyak pengalaman.

Saat dijumpai di kediamannya di Semin, Gunungkidul Sandi banyak bercerita. Selama hampir seminggu dalam perjalanan banyak sekali pengalaman yang Sandi dapatkan.

Pengalaman ini tentunya tidak ia dapatkan ketika hanya mudik dengan sepeda motor seperti biasanya. Sambil mengingat-ingat kenangannya selama perjalanan mudik ia berkata “Mudik di jalan pakai sepeda itu nikmat”.

BANSER GERUDUK KANTOR PDIP
PDIP Minta Maaf dan Cabut Laporan 'Money Politic' ke Panwas

Berkaitan buntut penggrebekan dugaan money politic  oleh Satgas money politik PDIP di salah satu rumah warga di Desa Susukan, Ratusan anggota Banser Banyumas kemudian menggruduk kantor DPC PDIP untuk mengklarifikasi. Perwakilan anggota Banser menjelaskan yang dilakukan 9 warga Desa Susukan sedang berdoa atau tahlilan yang dilakukan secara rutin dan biasa.

DPC PDIP  Banyumas minta pernohonan maaf kepada anggota Banser dan warga Nahdliyin Banyumas." Kami juga akan mencabut laporan ke Panwas dan sekaligus permohonan maaf," kata  Ketua Badan Hukum dan Advokasi DPC PDIP Banyumas, Susetyo SH MHum, kepada ratusan anggota Banser yang menggruduk kantor DPC PDIP Banyumas di Jalan Adiyaksa Purwokerto, Selasa (26/6/2018).

Penegasan yang sama juga diungkakan Komandan Banser Kabupaten Banyumas Andry Wijarko."PDIP sudah minta permohonan maaf kepada Banser dan warga NU, dan kita berteman dengan Satgas PDIP," kata Andry. (*)