Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 02 Juli 2018 / 11:06 WIB

Didukung Mendikbud, DKI Jakarta Jadi Percontohan Revitalisasi SMK

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mendukung Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu daerah percontohan Revitalisasi SMK. 

"Saya sangat mendukung DKI Jakarta menjadi Pilot Project revitalisasi SMK yang nantinya akan menjadi contoh provinsi-provinsi lainnya,” demikian disampaikan Mendikbud, saat menyaksikan dan mencanangkan Implementasi Revitalisasi SMK tersebut bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di SMKN 26 Jakarta.

Pencanangan Implementasi Revitalisasi SMK merupakan wujud realisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pencanangan Revitalisasi SMK di Jakarta, cukup menarik, karena tidak hanya sekedar pencanangan, tetapi juga dilakukan penyerahan siswa tamatan SMK sebagai karyawan yang memiliki masa tunggu 0 (nol) bulan dari kelulusan kepada 125 perusahaan mitra SMK di Ibu Kota. 

BACA JUGA :

Kurikulum SMK Disesuaikan Kebutuhan Industri

Kemendikbud Dorong SMK Ciptakan Wirausaha Muda

 

“Apa yang kita lakukan ini merupakan tindaklanjut dari Inpres Nomor 9 Tahun 2016. DKI Jakarta bisa menjadi _pilot project_ revitalisasi SMK dengan wilayah yang ideal memiliki jumlah SMK dan Dunia Usaha dan Dunia Industri yang relatif seimbang, bahkan Dunia Usaha dan Industri lebih banyak,” jelas Mendikbud.

Mendikbud menambahkan, dengan adanya jumlah Dunia Usaha dan Dunia Industri yang relatif seimbang, bahkan lebih banyak dari SMK, maka kapasitas SMK dapat dilipatgandakan. Dengan semakin majunya pelayanan pendidikan SMK yang menghasilkan SDM yang berkualitas dapat membantu bangsa dan negara dalam pembangunan berbagai infrastruktur yang saat ini gencar dilakukan. 
"Infrastruktur ini tidak akan ada artinya kalau tidak kita siapkan sumberdaya manusianya yang nanti akan mengisi teknostruktur. Karena itulah tugas kita menyiapkan siswa-siswa SMK yang nantinya dapat mengisi teknostruktur dari infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah,” tutur Mendikbud.

Pada momen pencanangan ini, Mendikbud memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.“Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah berkomitmen dalam implementasi Revitalisasi SMK,” kata Mendikbud.

Pada kesempatan ini, Gubernur DKI Jakarta menyampaikan bahwa program Revitalisasi SMK di daerahnya melalui perluasan akses masyarakat akan menambah daya tampung peserta didik baru pada SMK negeri dari 22 persen menjadi 45 persen pada tahun 2022. Upaya tersebut dilakukan dengan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) sebanyak 42 unit dan membangun ruang kelas baru. 

“Kita berencana meningkatkan porsi siswa SMK dari 22 persen menjadi 45 persen, itu artinya sampai dengan periode 2022 akan ada pembangunan 42 SMK baru dan juga penambahan kapasitas kelasnya,” jelas Gubernur. (Ati)