Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 02 Juli 2018 / 04:10 WIB

Pengadaan Tanah Pembangunan Jalan Sugihan - Paluhombo Terhambat? Ini Kata Pemkab Sukoharjo

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Pemkab Sukoharjo masih melakukan pengadaan tanah untuk pembangunan peningkatan ruas jalan Sugihan - Paluhombo, Bendosari. Pembangunan tersebut sebagai bagian dari persiapan membangun jalur lingkar timur (JLT) untuk pengembangan infrastruktur kawasan industri. Total ada 468 bidang tanah yang akan dibebaskan dengan sumber dana dibebankan pada APBD Sukoharjo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Minggu (1/7/2018) mengatakan, Pemkab Sukoharjo akan melaksanakan pembangunan prasarana transportasi dengan langkah meningkatkan fungsi jalan pada ruas jalan Sugihan - Paluhombo pada segmen jalan Sugihan - Bendosari dalam rangka rencana pengembangan kawasan industri di wilayah Bendosari sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Wilayah terdampak pembangunan jalan tersebut meliputi Desa Sugihan, Mertan dan Bendosari semuanya di Kecamatan Bendosari. Panjang Jalan yang akan dibangun sepanjang 5,2 kilometer. Kebutuhan badan jalan 16 meter dan luas bidang pengadaan tanah 2,86 hektar atau 468 bidang tanah yang akan dibebaskan.

Status tanah yang terkena dampak pembangunan jalan berasal dari kepemilikan pribadi, wakaf, yayasan, lembaga dan pemerintah. Pemkab Sukoharjo sudah melakukan sejumlah tahapan termasuk sosialisasi kepada para pemilih tanah.

Jadwal yang telah disusun Pemkab Sukoharjo perencanaan dimulai sejak tahun 2017 lalu dan persiapan pembangunan khususnya pengadaan tanah mulai Februari sampai Juni 2018. Sedangkan pelaksanaan akan dikerjakan mulai Juli sampai November 2018. Penyerahan hasil pekerjaan Desember 2018.

Tahap pertama pelaksanaan pembangunan dikerjakan Juli sampai Desember 2018 berupa betonisasi disepanjang embrio jalan Sugihan - Paluhombo dengan lebar 11 meter dan pembangunan jembatan bleki I. Tahap kedua dikerjakan Januari 2019 sampai Desember 2019 setelah selesai proses pengadaan tanah sepanjang 5,2 kilometer dengan luas 2,86 hektar dilanjutman pembangunan peningkatan ruas jalan dengan badan jalan 16 meter sepanjang 5,2 kilometer.

"Proses sedang berjalan dan ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bersama Badan Pertanahan Nasional dan petugas terkait lainnya. Pengadaan tanah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan cermat. Kami juga mengedepankan musyawarah dengan pemilik tanah," ujar Agus Santosa.

Agus menegaskan, pembuangan jalan di Sugihan - Paluhombo Bendosari menjadi bagian dalam proyek JLT. Pemkab Sukoharjo sendiri sangat serius merealisasikan proyek JLT. Sebab jalan tersebut menjadi jalur alternatif khususnya kendaraan besar untuk mengurangi kemacetan di tengah kota Sukoharjo.

JLT rencananya dibangun melintasi wilayah Kecamatan Nguter, Bendosari sampai ke Mojolaban. JLT akan terhubung ke flyover di Palur, Karanganyar.

Persiapan yang dilakukan oleh Pemkab Sukoharjo sekarang yakni berkaitan dengan pembebasan tanah. Kegiatan tersebut melibatkan tim appraisal resmi dengan dibuktikan kepemilikan sertifikat. Tim tersebut sengaja dilibatkan sebagai bagian dari pemenuhan aturan.

“Tim appraisal ini memiliki peran sangat penting dalam kelancaran proyek pembangunan JLT. Salah satunya berkaitan dengan penghitungan taksiran harga tanah,” lanjutnya.

Taksiran sangat penting untuk mementukan anggaran yang disediakan untuk pelunasan pembebasan tanah. Pemkab Sukoharjo berharap dalam proses pembangunan JLT berjalan lancar setelah seluruh kebutuhan tanah terpenuhi.

“Selain taksiran harga juga akan dilakukan pengukuran tanah terdampak sesuai kebutuhan pembangunan JLT. Dalam seluruh proses berkaitan tanah Pemkab Sukoharjo juga melibatkan Badan Pertanahan Nasional,” lanjutnya. (Mam)