Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 01 Juli 2018 / 10:37 WIB

Jurus Presiden Jokowi Wujudkan Swasembada Pangan

JAKARTA, KRJOGJA.com  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi pameran Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (30/6/2018).

Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian ASAFF yang dihelat oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) pada 28 Juni-1 Juli 2018.

Kepala Negara tiba di JCC sekitar pukul 14.11 WIB. Dia mengenakan kemeja putih dan celana hitam, yang langsung disambut oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Ketiganya kemudian langsung masuk untuk meninjau pameran.

BACA JUGA :

Impor Pangan Harus Sesuai dengan Data Akurat

Mendag Pastikan Harga Pangan Masih Stabil

 

 

Berdasarkan keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, kedatangan Presiden Jokowi membuat suasana pameran menjadi lebih ramai. Pengunjung pameran yang hadir saat itu tampak antusias untuk bersalaman dan berfoto bersama Presiden.

Sambil menyapa dan bersalaman dengan pengunjung, Jokowi kemudian berkeliling meninjau stan produk-produk pertanian yang dipamerkan. Pertama, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengunjungi stan komoditas pertanian seperti bawang, cabai, paprika dan kentang.

Setelah itu stan berikutnya yang dikunjungi Jokowi adalah stan tanaman hidroponik. Di beberapa stan, ia pun sempat berbincang dengan pemilik produk.

Tidak hanya komoditas pertanian, di pameran ASAFF yang mengusung tema 'Transforming Challenges into Opprotunities: Agricultural Innovation and Food Security' ini pun dipamerkan berbagai inovasi di bidang pertanian.

Kepala Negara pun meninjau stan alat-alat pertanian moderen mulai dari drone hingga Controlled Atmosphere Storage (CAS) atau mesin penyimpanan yang bisa menyimpan bahan pangan segar hingga enam bulan.

Terkait inovasi ini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebutkan bahwa inovasi bisa menjadi kunci sukses di bidang pertanian, misalnya tercapainya swasembada pangan.

"Swasembada pangan bisa terjadi, bahkan kedaulatan pangan akan terjadi manakala inovasi kita dorong dan kita kembangkan. Kata kunci untuk suksesnya suatu pertanian harus mendorong inovasi mulai dari bibit hingga pengolahan pascapanen," ujarnya. (*)