DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 25 Juni 2018 / 18:51 WIB

Libur Lebaran, Warga Sleman Banyak yang Terkena ISPA

SLEMAN, KRJOGJA.com - Selama lebaran kemarin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) paling banyak diderita masyarakat. Hal itu berdasarkan pendataan di 25 puskesmas periode tanggal 11-19 Juni 2018.

Hal itu selalu sama setiap tahunnya. Selama lebaran, banyak masyarakat yang flu, batuk dan pilek. Dalam istilah medis disebut ISPA. Banyaknya interaksi antar warga serta konsumsi makanan yang kurang terjaga diduga menjadi penyebab tingginya angka ISPA.

"ISPA itu penyakit yang mudah menular. Karena penularannya dapat melalui udara. Dampaknya, ketika ada yang sedang batuk atau bedain mudah menular ke orang sekitarnya. Apalagi jika daya tahan tubuhnya sedang kurang bagus. Akibatnya menjadi mudah tertular," ujar Kasi Kesehatan Dasar dan Rujukan Dinkes Sleman Tunggul Birowo, Senin (25/6/2018).

Selain ISPA, penyakit lain yang terpantau adalah hipertensi, diare dan lambung atau maag. Hal ini lebih banyak disebabkan pola makan yang tidak seimbang.

Selama libur lebaran kemarin, Dinkes Sleman menyiagakan 25 puskesmas dan 28 rumah sakit selama 24 jam lebih. Lengkap dengan fasilitas ambulance. Lima puskesmas rawat inap juga disiagakan. Yakni Puskesmas Kalasan, Ngemplak I, Sleman, Mlati 2 dan Minggir.

"Puskesmas yang tidak ada rawat inap juga tetap siaga. Pelayanan lagi hingga siap seperti biasa. Untuk sore ke malam ada petugas jaganya. Termasuk saat hari lebaran juga tetap ada petugas jaganya," ungkap Kepala Dinkes Sleman Nurulhayah.(Awh)