DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 25 Juni 2018 / 17:39 WIB

Abrasi Sungai Oya Meluas, Balai Besar Segera Ambil Tindakan Darurat

BANTUL, KRJOGJA.com - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak tidak akan membiarkan sejumlah rumah di tepi Sungai Oya Sriharjo Imogiri hanyut terbawa banjir. Oleh karena itu, balai besar secepatya bakal menurunkan tim untuk melihat kondisi dilapangan sebelum langkah darurat diambil. Harapannya setahun kedepan ketika musim penghujan datang rumah warga tersebut aman disinggahi.

"Kami akan menurunkan teman-teman balai besar ke lapangan untuk melihat daruratnya dimana supaya bisa segera tertangani, agar kedepannya tidak membahayakan saudara - saudara kita yang disana," ujar Kepala BBWS Tri Bayu Aji, Senin (25/6/2018).

Dijelaskan, anggaran untuk penanganan di Sungai Oya sebenarnya sudah diusulkan tahun sebelumnya bersama dengan Sungai Opak, Progo  dan Serang. Karena pemerintah mengalami keterbatasan dana, sehingga usulan anggaran Sungai Oya dicoret. Setelah proses berjalan dan masing-masing dianggarkan, bencana banjir kemudian terjadi. Meski begitu balai besar tetep berusaha penanganan darurat pada beberapa rumah yang kondisinya kritis tetap bisa dilakukan.

"Memang penganggarannya tidak spesifik untuk Oya, jelas nanti kami ambilkan di program Sungai Progo dan Serang. Supaya penanganan darurat bisa dilakukan," ujarnya.     

Sementara anggota Komisi X DPR RI, Esti Wijayanti mengatakan, pemerintah DIY atau Bantul mestinya segera melakukan penanganan persoalan itu. Jika sampai sekarang pos anggaran belum dialokasikan dalam APBD, bisa dimasukkan dalam anggaran perubahan. Menurut politisi PDI Perjuangan itu, tidak ada alasan untuk tidak melakukan perbaikan. Harus ada jalan keluar karena persoalan itu sudah menyangkut keselamatan masyarakat. Karena kondisi beberapa rumah di bantaran Sungai Oya cukup memperihatinkan. Halaman sebagain rumah memang sudah hilang, bahkan satu rumah  sudah dikosongkan  dengan pertimbangan keamanan.

Pihaknya dalam waktu dekat ini akan melihat kembali jika belum ditangani. Secepatnya akan minta informasi ke Bapeda DIY hambatan dalam menangani persoalan tersebut. "Sebenarnya  perubahan anggaran kan belum ditetapkan, sehingga masih ada kesempatan bisa mengakomodir persoalan di Sungai Oya itu," ujar Esti. Jangan sampai masalah bronjong saja harus menunggu waktu lama. Karena untuk melindungi rumah warga jalan satu-satunya dilakukan pemasangan talud bronjong.(Roy)