DIY Editor : Danar Widiyanto Minggu, 24 Juni 2018 / 18:55 WIB

Libur Lebaran Usai, Harga Komoditas di Sleman Tetap Tinggi

SLEMAN, KRJOGJA.com - Sepekan lebih pasca lebaran, sejumlah harga komoditas di Kabupaten Sleman tetap stabil tinggi. Tidak adanya ketersediaan barang, diduga menjadi penyebab kenaikan harga.

Kenaikan paling terasa terjadi pada daging ayam yang mencapai Rp 42 ribu perkilogram. Harga ini sudah terjadi sejak sepekan menjelang lebaran dan terus beranjak naik setelah lebaran. Sebelumnya harga daging ayam masih berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 36 ribu perkilogram.

Selain daging ayam, kenaikan juga terjadi pada komoditas bawang merah. Dari sebelumnya Rp 30 ribu perkilogram, sekarang menjadi Rp 36 ribu perkilogram. Sama dengan daging ayam, tingginya harga bawang merah ini juga terjadi sejak sepekan sebelum lebaran.

Irma salah satu pedagang daging ayam mengaku, permintaan tetap tinggi. Sedangkan stok barangnya terbatas. Hal itu diduga menjadi penyebab tinggi harga daging ayam. "Naik sejak sebelum lebaran. Dan terus naik sampai sekarang. Kemungkinan harganya masih tetap tinggi sampai akhir bulan ini," ujar pedagang daging di Pasar Desa Purwomartani tersebut, Minggu (24/6/2018).

Meski harganya tinggi, tidak terlalu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Karena dalam sehari Irma mampu menjual 50 kilogram daging ayam. Ada pembeli yang belinya tetap dalam jumlah besar. Biasanya untuk dagang. Namun untuk rumah tangga, lebih memilih membeli beberapa potong saja.

Rina salah satunya. Dia membeli dua potong dada ayam saja. Kebetulan dia ingin membuaat sop, sehingga daging ayam untuk campuran sayur. "Kalau mau digoreng ya belinya bisa sampai setengah kilo atau satu kilogram sekaligus. Tapi ini cuma untuk campuran sop. Jadi belinya sedikit," katanya.(Awh)