Gaya Hidup Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 20 Juni 2018 / 05:11 WIB

Dipelihara Dua Bulan, Joper Siap Dipanen

SUDAH tradisi, jenis ayam pedaging termasuk ayam Jawa super (joper) saat mendekati Idul Fitri lalu harganya lebih tinggi. Namun pada hari-hari biasa serta pasca Lebaran, harga ayam dewasa siap potong serta bibit lebih murah.

Seperti diungkap peternak ayam joper asal Minggir Sleman, Sumaryono, harga joper dewasa siap potong mendekati Lebaran biasa dibeli pedagang ayam rata-rata Rp 33.000 perkilogram. Sedangkan pada hari biasa ataupun beberapa hari setelah Lebaran, bisa turun. 

Bahkan, kata Sumaryono bisa sampai Rp 27.000 perkilogram. Harga bibitnya, pada hari biasa Rp 4.500 per ekor dan kisaran dua bulan sebelum Idul Fitri rata-rata Rp 5.200 perekor.

"Masa panen joper antara 60 sampai 70 hari, jadi banyak peternak joper membeli bibitnya sekitar dua bulan sebelum Lebaran. mendekati Lebaran bisa dijual dengan harga yang lebih mahal dibanding hari biasa,” jelas Maryono, Selasa (19/6/2018).

Ia sendiri, mendekati Lebaran 1439 H dapat menjual joper dewasa, sebab sekitar dua bulan sebelumnya membeli 500 ekor bibit joper. Saat masa panen, beratnya biasa 800 gram sampai satu kilogram per ekor. Tak ketinggalan, persilangan dari ayam kampung asli dengan broiler ini, setelah dimasak tekstur dagingnya nyaris sama dengan ayam kampung asli.

“Joper mempunyai bulu-bulu tipis, dagingnya bisa maksimal. Lain halnya dengan jenis ayam pejantan, bulu-bulunya tebal. Ketika bulunya tebal-tebal, ayam pejantan belum tentu bisa gemuk semua,” papar Maryono.

Adapun ayam pejantan berasal dari perusahaan pembibitan ayam ras petelur,  dengan produk utama yaitu  day old chick (DOC) betina. Namun, ada produk sampingan yakni DOC pejantan yang dapat dijadikan sebagai ayam pedaging. Baik DOC joper maupun pejantan umur kisaran satu hari perlu dipelihara antara 60 sampai 70 hari agar bisa dipanen serta layak dipotong. (Yan)