Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 18 Juni 2018 / 14:30 WIB

Masyarakat Kaget, Harga Elpiji 3 Kg Melambung Tinggi

PURWOREJO, KRJOGJA.com -  Sebagian warga masyarakat Kabupaten Purworejo merasa panik, menyusul melambungnya harga gas elpiji 3 kg bersubsidi yang mencapai hampir dua kali lipat dari harga normal. Kondisi ini masih dipicu dengan kelangkaan gas elpiji ukuran yang sama di pasaran.

“Sebenarnya kalau langka tidak. Stok cukup. Hanya saja masyarakat berupaya untuk memiliki stok di rumah karena anggota keluarganya bertambah dengan kedatangan para sanak saudaranya, sehingga kebutuhan gas melonjak,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perdagangan UMKM dan Koperasi Purworejo Dra Sri Suhartini, Senin (18/6/2018).

Sebelumnya para agen dan pangkalan di Purworejo yang jumlahnya mencapai sekitar 700-an dikumpulkan di Hotel Plasa untuk melakukan rapat koordinasi (rakor) mensikapi kelangkaan dan melambungnya harga gas elpiji bersubsidi 3 kg ini.

Kegalauan masyarakat terjadi akibat ulah sejumlah pedagang yang melonjakkan harga gas bersubsidi ini dari Rp 15.400 per tabung, harga di pangkalan, hingga mencapai Rp 30.000 per tabung di masyarakat. “Kondisi ini yang memicu keresahan masyarakat, padahal itu hanya ulah beberapa oknum pengecer saja,” tambah Sri Suhartini.

Sementara itu Kasat Rerkrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi SH yang juga selaku Satgas Pangan Purworejo menegaskan, bahwa kenaikan harga elpiji bersubsidi di masyarakat itu bukan resmi dari pangkalan atau Pertamina. “Ini hanya kepanikan sejumlah oknum pedagang eceran yang karena kebutuhan meningkat, sehingga menaikkan harga,” jelasnya. (Nar)