DIY Editor : Agung Purwandono Jumat, 15 Juni 2018 / 15:40 WIB

Cerita Penjual Selongsong Ketupat Musiman

KETUPAT atau kupat hampir pasti selalu ada daftar menu Lebaran. Ketupat sendiri berasal dari bahasa Jawa, ngaku lepat  yang berarti mengkui kesalahan. Serta laku papat yaitu lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Tradisi makan ketupat, mendorong banyaknya orang-orang yang mencari rezeki dengan menjual selongsong ketupat.

Salah satunya seorang gadis yang saat ini sedang menempuh kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo. Novia Eni (19), pedagang selongsong ketupat musiman di Pasar Bibis, Sleman.

Di libur kuliah, ia memilih untuk membantu orangtuanya mengumpulkan pundi-pundi uang untuk memenuhi kebutuhan lebaran. "Persiapannya beberapa hari, janurmya juga memetik sendiri," ungkapnya sembari tangan lihai terus menganyam.

Novi juga menyatakan bahwa tidak ada ritual tertentu dalam pembuatan selongsong ketupat. "Dianyam biasa saja," ujarnya sembari memberikan contoh cara menganyam selongsong ketupat.

Hal serupa ternyata juga dikatakan oleh Mardirah Mulyo (54), pedagang selongsong ketupat musiman di Pasar Bibis. Sebagai bentuk persiapan membuat selongsong ketupat, janur miliknya berasal dari orang yang dibayar untuk memanjat pohon kelapa. "Janurnya dua warna, hijau dan putih," ungkapnya menunjukkan janur-janur yang belum selesai dianyam.

Harga yang ditawarkan beraneka ragam, ada yang mematok harga 4.000 saja untuk satu ikat dan ada pula yang mematok harga hingga 6.000 untuk satu ikat. Rata-rata setiap ikat berisi sepuluh selongsong, harga tersebut lebih murah ketimbang harus membuat sendiri di rumah. "Tergantung hasil tawar menawar pembelinya," ujar Mardirah.

Peminat dari selongsong ketupat sebagian besar merupakan ibu-ibu. Bersama dengan rempah-rempah yang dibeli di dalam pasar, selongsong ketupat yang ditawarkan turut menjadi kebutuhan untuk membuat pelengkap opor ayam.

Hanya berjualan selama dua hari saja, pendapatan dari berjualan selongsong ketupat musiman ternyata cukup untuk memenuhi kebutuhan lebaran. "Peminat selongsong ketupat akan tinggi di penjualan hari kedua karena memang sudah untuk persiapan pembuatan ketupat lebaran," papar Mardirah.

Bukan hanya selongsong ketupat, beberapa dari mereka juga menjual janur untuk pembelinya yang ingin membuat selongsong ketupat sendiri di rumah. "Kalau selongsong ketupat sekitar 500 rupiah, kalau janur hanya 100 rupiah," ujar Anastasia (19), pembeli janur ketupat.

Persiapannya membeli janur ketupat adalah untuk dibuat sendiri menjadi selongsong ketupat dan digunakan untuk makan bersama saudara yang beragama islam dan turut melaksanakan lebaran bersama.

Membuat Selongsong Ketupat Ternyata Sederhana

Janur yang digunakan untuk membuat selongsong ketupat haruslah yang berkualitas. Janur harus panjang dan lebar, umurnya tidak terlalu tua ataupun terlalu muda. Hal tersebut karena selongsong ketupat akan mempengaruhi rasa dan bentuk dari ketupat.

Pembuatan selongsong ketupat pertama dilakukan dengan menggulung janur putih sebanyak tiga kali dalam posisi pangkal janus di bagian atas. Selanjutnya ambil janur hijau dan lakukan cara yang sama di tangan yang lain dengan posisi pangkal di bagian bawah.

Kedua gulungan janur tersebut harus saling menyilang dan tetap dalam keadaan tergulung. Salah satu ujung janur diputar ke belakang rangkaian janur dan letakkan ke bagian janur yang ada di tengah rangkaian.

Anyam ujung janur hingga bawah dan lakukan pula pada ujung janur yang satunya. Jika selesai, berpindah ke pangkal janur dan anyamlah keatas. Maka selongsong ketupat sudah jadi dan dapat diisi dengan beras.

Tak ketinggalan, memastikan kerapatan anyaman ketupat sangatlah diperlukan. Jika anyaman janur renggang, maka dapat dipastikan beras akan keluar dari selongsong ketupat.

Selongsong ketupat harus direndam terlebih dahulu selama satu jam agar janur tidak mudah patah. Beras yang sudah dicuci samapai bersih ditiriskan dan dapat juga diberi air kapur sirih untuk hasil lebih baik.

Satu ikat selongsong ketupat, kira-kira membutuhkan sekitar 1 liter beras. Setiap selongsong ketupat diisi beras 3/4 tinggi selongsong. Setelah semua terisi, maka kita hanya perlu menunggu selama empat setengah jam.

Ketupat yang sudah matang sebaiknya diangkat dan digantung hingga airnya tiris. Ketupat yang sudah tidak berair lagi kemudian dapat dksajikan bersama opor ayam untuk dinikmati bersama keluarga di hari lebaran. (Brigitta Adelia)