DIY Editor : Agus Sigit Senin, 11 Juni 2018 / 13:32 WIB

Sultan Larang Mobil Dinas untuk Mudik

YOGYA, KRjogja.com - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemda DIY memanfaatkan mobil dinas (Mobdin) untuk keperluan mudik. Kebijakan itu diambil karena Sultan menilai bahwa mobil dinas merupakan aset milik negara yang tidak diperbolehkan untuk keperluan pribadi. Termasuk untuk keperluan mudik saat Idul Fitri 1439 H.

”Saya larang mobil dinas untuk keperluan mudik. Sudah jelas. Untuk itu, Pemda DIY tidak memperbolehkan mobil dinas untuk keperluan mudik. Karena mobil dinas ini merupakan aset milik negara, jadi tidak boleh dimanfaatkan untuk keperluan di luar kedinasan seperti mudik. Bagi yang nantinya terbukti melakukan pelanggaran, maka bisa terancam kena sanksi,” kata Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, kemarin.

Sultan mengungkapkan, larangan menggunakan mobil dinas untuk keperluan mudik, sifatnya lebih untuk Pemda DIY. Sementara untuk kabupaten/kota sepenuhnya kewenangan ada pada Pemkab maupun Pemkot. Kendati demikian, berdasarkan pengalaman yang sudah ada, PNS di lingkungan Pemda DIY bisa mentaati aturan tersebut dengan baik.

Sementara Sekda DIY Gatot Saptadi menegaskan, aturan pelarangan atau tidak diperbolehkan menggunakan mobil dinas untuk keperluan mudik atau pribadi PNS di lingkungan Pemda DIY sudah jelas. Surat larangan penggunaan kendaraan dinas untuk mudik atau keperluan pribadi lainnya telah dikeluarkan Menpan RB dan KPK untuk diketahui semua dan dilaksanakan 

”PNS di DIY sudah jelas dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk mudik. Kami juga sudah keluarkan surat edaran pelarangan pemakaian mobil dinas untuk mudik, yang belum hanya tinggal larangan menerima parsel Lebaran, tapi pada prinsipnya sama-sama tidak diperbolehkan,” ujar Gatot kepada KR.

Gatot menambahkan, sanksi yang diberikan sesuai dengan aturan kepegawaian ASN apabila ada PNS di lingkungan Pemda DIY melanggar aturan tersebut. Artinya sanksi yang dikenakan ke arah disiplin pegawai. (*)