DIY Editor : Agus Sigit Senin, 11 Juni 2018 / 12:25 WIB

PEMUDIK SEMAKIN SADAR KESELAMATAN

Meningkat, Pengguna Angkutan Motor Gratis

YOGYA, KRjogja.com - Pemudik yang memanfaatkan angkutan motor gratis mengalami peningkatan. Terutama program dari Kementerian Perhubungan yang memanfaatkan moda transportasi kereta api. Hal itu pun dinilai tingkat kesadaran pemudik menyangkut aspek keselamatan semakin tinggi.

”Angkutan motor gratis dengan jalur kereta api untuk arus mudik masih akan berlangsung hingga 13 Juni 2018. Hari pertama keberangkatan yang tiba di wilayah Daop 6 Yogya tercatat ada peningkatan sekitar sepuluh persen,” ungkap Direktur Angkutan Barang PT KAI Daop 6 Yogya, Sugiyanto, Minggu (10/6). 

Angkutan motor gratis dengan jalur kereta api dibagi dalam tiga gelombang. Masing-masing di jalur utara, jalur selatan lintas satu dan jalur selatan lintas dua. Wilayah Daop 6 Yogya masuk jalur selatan lintas dua yang membawahi rute Jakarta-Blitar.

Sugiyanto menambahkan, pada hari pertama kedatangan, terdapat 251 sepeda motor yang diturunkan di Daop 6 Yogya. Masing-masing Stasiun Lempuyangan sebanyak 72 unit, Stasiun Klaten 78 unit dan Stasiun Purwosari 101 unit. Sementara tahun lalu, di hari pertama angkutan motor gratis hanya mengangkut 231 unit.

”Semoga selalu bertambah untuk mengurangi risiko kecelakaan saat arus mudik. Apalagi mudik dengan menggunakan sepeda motor selain rawan kecelakaan juga membutuhkan kondisi yang sangat prima karena cukup melelahkan,” ujarnya. Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogya, Eko Budiyanto, menjelaskan angkutan motor gratis dilayani oleh pihak ketiga sebagai operatornya. Pemudik yang sudah memegang tiket moda transportasi umum, bisa memanfaatkan layanan tersebut untuk menitipkan sepeda motornya hingga ke kampung halaman.

Terkait jumlah pemudik yang menggunakan kereta api hingga H-5 Lebaran, diakuinya masih lebih rendah dibanding tahun lalu. Hal ini lantaran masa angkutan Lebaran tahun lalu dimulai saat akhir pekan sehingga langsung banyak penumpang di hari pertama. ”Tapi kalau secara kumulatif hingga angkutan Lebaran selesai, kami prediksi justru akan lebih tinggi tahun ini atau naik sekitar 7 persen,” tandasnya. (*)