DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 11 Juni 2018 / 06:50 WIB

Aparat Perlu Bersinergi dengan Sekolah untuk Cegah Klitih

YOGYA, KRJOGJA.com - Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti sangat mengecam aksi klitih yang kembali merenggut korban jiwa dan membuat masyarakat resah. Haryadi berharap kejadian tersebut bisa dicegah dan yang lebih penting tidak terulang lagi.

Menurutnya, hadirnya aparat keamanan (TNI, Polri) di tengah-tengah masyarakat, sangat diharapkan. Adanya pos-pos keamanan di banyak titik dalam rangka pengamanan Lebaran, turut berkontribusi positif mengurangi potensi munculnya aksi klitih. "Kalau pelaku melihat ada polisi atau tentara, pasti mereka akan takut dan mengurungkan niatnya melakukan klitih," terang Haryadi kepada KRjogja.com usai meninjau Baksos Ramadan di SMPN 5 Yogyakarta, Minggu (10/6/2018).

Dikatakan Haryadi, bibit klitih di kalangan pelajar tidak terjadi secara instan, melainkan berproses. Oleh karena itu pihak sekolah harus jeli melihat adanya potensi kekerasan di setiap anak didiknya. Selain itu sekolah harus bisa mencegah siswa membentuk/tergabung dalam genk. "Kalau ada anak yang berpotensi nakal/bandel segera ditangani oleh guru Bimbingan dan Konseling. Karena kenakalan itu bisa bertambah parah di kemudian hari kalau tidak ditangani," kata Haryadi.

Selain itu diperlukan kepedulian orangtua dalam mengawasi aktivitas dan pergaulan putra-putrinya. Cegah, jika anak mulai melakukan hal-hal yang menyimpang, contohnya keluyuran pada dini hari, apalagi sampai membawa senjata sajam. "Jangan biarkan anak bebas berbuat semaunya," katanya.

Untuk meminimalisir aksi klitih, Pemerintah Kota Yogyakarta, mendorong semua pihak untuk terlibat dan bersinergi. Pihak kecamatan, polsek maupun koramil didorong melakukan kunjungan dan pembinaan ke sekolah-sekolah, sekaligus untuk melihat ada tidaknya potensi klitih di suatu sekolah. "Kita pepet terus supaya klitih ini tidak ada lagi. Kita juga punya program Satu Sekolah Dua Polisi (SSDP) untuk mengurangi kemungkinan muncul bibit-bibit klitih di sekolah," pungkasnya. (Dev)