Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 05 Juni 2018 / 19:31 WIB

Krisis Keuangan, Limbah Medis RSIS Pabelan Dibiarkan Menumpuk

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Limbah medis milik Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) Pabelan, Kartasura dibiarkan menumpuk lama dan dikeluhkan warga sekitar. Keberadaan limbah medis dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah kesehatan karena dianggap membahayakan.

Warga penghuni kos di Dukuh Mendungan, Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura Abdul Latif, Selasa (5/6) mengatakan, tumpukan limbah medis sudah sangat lama dibiarkan tergeletak di bagian belakang RSIS Pabelan, Kartasura. Meski masih di bagian rumah sakit namun keberadaan limbah medis sangat meresahkan. Sebab limbah tidak segera diangkut untuk dibuang sehingga membahayakan warga sekitar.

Warga meminta pada RSIS Pabelan, Kartasura untuk segera membuang limbah medis dalam waktu secepatnya. Sebab sudah sangat lama rumah sakit tidak mengambil tindakan.

"Takutnya ada virus atau penyakit menular akan menyebar dan menjangkiti orang sekitar baik di dalam rumah sakit maupun warga terdekat RSIS Pabelan, Kartasura," ujarnya.

Warga Mendungan, Pabelan, Kartasura Sodik mengatakan, memang tumpukan limbah medis RSIS Pabelan, Kartasura belum menimbulkan bau menyengat. Namun warga tetap khawatir terhadap dampak yang ditimbulkan dari limbah medis tersebut.

"Warga khawatir muncul bibit penyakit atau virus dan semacamnya sampai menular ke warga. Kalau seperti itu bagaimana. Warga meminta agar limbah medis segera dibuang," ujarnya.

Wakil Sekretaris Serikat Pekerja RSIS Pabelan, Kartasura Suyamto mengatakan, limbah medis tidak hanya membahayakan warga namun juga para karyawan rumah sakit. Sebab merekalah yang paling dekat dan mudah terkena dampak dari limbah medis.

"Limbah medis sudah lama menumpuk dan sangat membahayakan. Sebab limbah medis itu merupakan barang bekas luka, jarum, kapas, infus dan lainnya," ujarnya.

Pimpinan RSIS Pabelan, Kartasura M Djufrie mengatakan, benar ada tumpukan sampah limbah medis diletakan dibagian belakang rumah sakit. Limbah sudah lama ada dan memang belum dilakukan pengangkutan pembuangan. Penyebabnya karena rumah sakit belum bisa membayar rekanan untuk membuang limbah medis.

"Kami sedang mencari solusi membuang limbah medis karena terkendala dana untuk membayar rekanan. Kami rasa limbah medis tidak akan menularkan penyakit ke warga," ujarnya. (Mam)