Hiburan Editor : Danar Widiyanto Selasa, 05 Juni 2018 / 12:12 WIB

ArtJog, Alternatif Tempat Berkunjung Kekinian

YOGYA, KRjogja.com - Gelaran seni tahunan ArtJog 2018 telah selesai. Tercatat, kurang lebih 60 ribu orang mengunjungi Jogja National Museum (JNM) selama pameran berlangsung sejak 4 Mei - 4 Juni 2018.

"Diperkirakan, pengunjung dari awal bisa mencapai 60 ribu orang, yang membeli tiket naik 20 persen menjadi 35 ribu. Sisanya itu undangan, seniman dan rombongan," ujar CEO ArtJog, Heri Pemad ketika berbincang dengan KRjogja.com di sela-sela closing party, Senin (4/6/2018). Heri mengatakan khusus di hari terakhir pameran, jumlah pengunjung melonjak hingga 7 ribu orang. Hal tersebut terjadi karena tingginya animo masyarakat yang belum sempat menonton ArtJog lantas meluangkan waktu menengok pameran tersebut di hari terakhir. Ia membeberkan, grafik pengunjung dari tahun ke tahun terhitung meningkat. Artinya, semakin banyak masyarakat mengapresiasi seni, khususnya seni rupa yang banyak ditampilkan di ArtJog.

"Kami terbantu dengan adanya media sosial (medsos). Banyak orang yang berswafoto di sini terus diunggah di medsosnya. Tentu, mereka boleh foto di sini, asal sesuai dengan ketentuan kami, misal tak boleh pakai tongsis, tripod dan yang lain-lain," jelasnya. Lebih lanjut, karakter pengunjung semakin kesini semakin terlihat. Menurutnya, pengunjung yang datang sebagian besar karena memang ingin mengapresiasi seni. Mereka khusus datang ke ArtJog, bukan sedang mampir ataupun tersesat.

"Tempat pameran ArtJog, JNM ini juga yang kemudian memfilter penonton. Beda dengan dulu di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yang dekat dengan pasar. Bisa jadi pengunjung merupakan pembeli pasar dan mampir nonton ArtJog. Kalau sekarang tidak karena JNM tidak berada di pusat kota," paparnya. Heri menilai masyarakat kini butuh alternatif tempat untuk berkunjung, tidak hanya tempat yang menyediakan keindahan alam tapi juga estetika seni.

"Tandanya, masyarakay sudah maju. Mereka tidak hanya bicara tentang keindahan alam, tempat bersejarah atau tempat ramai seperti mall. ArtJog ini bisa jadi pilihan," kata Heri. Disinggung mengenai tema ArtJog tahun depan yang diselenggarakan di tahun politik, Heri mengaku pihaknya memiliki tema dengan toleransi sebagai garis besarnya.

"Garis besarnya sih toleransi dan pelaksanaannya kemungkinan mundur jadi Juli-Agustus karena ada lebaran yang semakin mendekati awal tahun serta pemilihan umum (pemilu). Bisa saja sih berubah temanya, seiring berjalannya waktu," tandasnya. Pesta penutupan ArtJog 2018 turut diisi sejumlah musisi kenamaan Indonesia, seperti Tulus, Stars and Rabbit serta Mega Hit Selection. (M-1)