Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 05 Juni 2018 / 12:24 WIB

Tiga Negara Timteng Minta Indonesia Tempatkan PRT

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemerintah akan menempatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor pekerja rumah tangga (PRT) di tiga negara di Timur Tengah (Timteng) dalam tahun 2018 ini yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar. 

“Pemerintah tiga negara tersebut sudah berkali-kali meminta secara resmi kepada pemerintah Indonesia agar PRT kita bisa di tempatkan di sana. Karena itu dalam tahun ini (2018) akan seger kita tempatan," kata Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Soes Hindharno di Jakarta, Selasa (05/06/2018). 

Kebijakan penempatan PRT itu, menurut Soes, tanpa harus mencabut surat Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmen) Nomor 260 Tahun 2015 tentang Penghentian Pengiriman TKI PRT ke 19 negara di Timteng. Sebab, penempatannya akan dilandasi peraturan yang baru yang sedang dirumuskan saat ini. 

Alasan ketiga negara tersebut dipilih, tutur Soes, karena mempunyai peraturan perundang-undangan yang melindungi tenaga kerja asing, termasuk TKI. “Ini sesuai dengan ketentuan Pasal 31 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI),” jelasnya.

Arab Saudi, ujar Soes, walaupun belum mempunyai peraturan perundang-undangan melindungi tenaga kerja asing, namun pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang berisi melindungi TKI. Dengan adanya ketentuan seperti itu, TKI diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi.

Selain itu, TKI boleh berkomunikasi dengan keluarga, adanya batasan jam kerja, serta semua dokumen yang menyangkut TKI harus dipegang TKI sendiri. “Ketentuan seperti ini juga berlaku untuk semua negara yang menerima TKI,” kata Soes seraya menandaskan, PRT-PRT yang akan dikirim ke tiga negara itu adalah yang berkompeten terutama dalam hal bahasa. (Ful)