DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 29 Mei 2018 / 15:58 WIB

Pilih Investor Luar, GMPB Tuding Bupati Bantul Ingkar Janji

BANTUL (KRJogja.com) - Penolakan terhadap rencana Pemkab Bantul membangun kembali pabrik Asphal Mixing Plant (AMP) atau unit produksi pencampuran aspal terus mendapat penolakan dari masyarakat. Tidak hanya warga, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Bantul juga mulai bergerak membantu rakyat agar bebas dari dampak negatif hadirnya AMP. 

Ketua LSM Gerakan Masyarakat Peduli Bantul (GMPB), Ratno Suyadi kepada wartawan disela buka bersama di Pandak, Selasa (29/50 mengatakan investor yang bakal melanjutkan AMP milik Pemda Bantul itu bukan dari pengusaha Bantul. Fakta tersebut jadi bukti Bupati Bantul sudah mengingkari janji kampanye yang akan mengutamakan pengusaha lokal. "Pak Bupati sudah melanggar janjinya sendiri saat kampanye Pilkada," ujarnya. 

Berita terkait: 
Soal Pabrik Aspal, Dewan: Pemkab Jangan Sembrono

Menurutnya rencana menghidupkan kembali AMP dengan dalih mendrongkrak Pendapatan Asli Daerah atau PAD sangat ironis dengan biaya kesehatan yang mesti dipikul warga di sekitar pabrik. "Sekarang apa artinya pemerintah mendapat pemasukan PAD banyak, tetapi rakyatnya justru  harus menanggung polusi," kata  Ratno.

Dalam waktu dekat ini pihaknya bersama masyarakat bakal melakukan audiensi dengan Bupati Bantul. Warga ingin menyampaikan aspirasinya terkait dampak negatif yang harus ditanggung masyarakat ketika AMP dihidupkan kembali.

"Waktu itu ketika AMP beroperasi penduduk masih sedikit, tetapi sekarang tidak jauh dari pabrik AMP berdiri rumah penduduk, sekolah dan pondok pesantren dan akan dibangun Ponpes lagi," jelasnya. 

Pihaknya merasa heran, mengapa harus memaksakan AMP berdiri kembali. Bisa saja pemerintah mendatangkan investor yang tidak berdampak pada pencemaran lingkungan. (R-3)